Rabu, 15 Oktober 2014

Advice: Copyright Pada Stock Foto, Texture, Brush dan Font



Tanya: Permisi mau nanya soal copyright nih. In case kalo kita bikin desain menggunakan foto dan dimanipulasi lebih dari 70% sehingga nggak ada kemiripan dengan foto asli, itu hak ciptanya gimana? Apakah harus dicantumin apa nggak? Seperti yang kita tau bahwa penggunaan efek seperti lightning, clouds dan lain sebagainya itu bisa kita cari di Google?

Satu lagi, dalam dunia desain kita tau texture, nah apakah texture itu termasuk dalam copyright yang artinya harus kita cantumkan sumbernya? Termasuk brush photoshop, vector, icon dan sebagainya yang bisa kita langsung download format .psd, .svg, atau .cdr nya dari situs terkait?

Jawab:
01. CREDIT/IZIN
Kalo kamu sudah beli photo stock-nya/font-nya, itu nggak mengapa nggak ditulis credit karena jatuhnya kamu sudah beli lisensi. Hey, bukankah menulis credit ownernya itu gratis dan mudah? :D Sebelum kamu mengunduh stock foto, texture, brush, font atau lainnya pastikan kamu sudah membaca deskripsi di website tersebut. Apakah itu free for personal use atau bisa digunakan secara komersil? Apakah wajib mencantumkan credit ownernya di website bersangkutan atau nggak perlu alias seikhlasnya?

02. SECARA LEGAL
Nah kalo ternyata si owner yang menyediakan stock itu mewajibkan nulis credit ya kamu mau nggak mau harus nulis (kecuali kalo nggak diwajibkan, itu bebas. Tergantung kebijakan masing-masing). Secara legalnya/hukum, tetap harus dicantumkan nggak peduli 70-80% sudah nggak mirip dengan aslinya. Bagaimana perasaanmu kalo ada beberapa fotomu yang dipakai dan nggak dituliskan credit-nya? Apalagi dengan menggunakan dalih 'nemu di google'? Google merupakan search engine, bukanlah website penyedia photo stock seperti dreamstime dan sejenisnya.

03. DISCLAIMER
Mau lebih aman lagi? Buatlah satu page/post khusus tentang disclaimer di website/blog-mu. Apa sih disclaimer itu? Intinya disclaimer itu semacam statement bahwa artikel/gambar/desain yang kamu post ialah murni buatanmu dan bisa dipertanggung jawabkan, jika menggunakan/share properti milik orang lain maka kamu akan selalu menuliskan credit-nya. Kamu juga membuat peraturan apa saja yang reader/visitor boleh dan nggak boleh lakukan pada content website/blog-mu. Lihat contoh disclaimer Geetha di sini untuk lebih jelasnya ya.

04. KONSEKUENSI
Khsusnya orang luar, mereka sangat serius lho ama hal seperti ini. Nggak jarang lanjut ke meja hijau bodo amat kamu tinggal di Indonesia mereka bisa akan tetap menuntut... Kalo kamu nekat melanggar, kemungkinan besar website/blog-mu akan dilaporkan ke Google DMCA maka website/blog-mu menjadi tidak bisa di search (masuk sandbox alias penjara Google) atau dihapus.

Di sinilah kita sebagai desainer tak hanya bisa desain saja, tapi bisa profesional dan menghargai properti orang lain. "Kalo mau desainnya berkah jangan 'ngembat' (artian tanpa izin/credit/lisensi) punya orang." itu pesan dosen Geetha dulu ^^


Punya pengalaman nggak enakin design-mu dipakai tanpa izin? Bagaimana caramu mengatasinya? Jangan lupa baca advice desain grafis lainnya di sini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Jumat, 10 Oktober 2014

Inspiration: Delicious Food Logos #1



Yeah, inspiration kali ini bertemakan logo makanan! Geetha sengaja beri nomor #1 karena kemungkinan di beberapa post berikutnya akan share tentang makanan lagi, who knows? ^^ Jujur saja, Geetha agak kesulitan untuk memilih 10 logo dari pinterest dan behance karena banyak banget yang keren dan kreatif. Itulah mengapa Geetha akhirnya memutuskan untuk bikin berseri saja dari pada bingung, hehehe.

Sepertinya trend tahun 2014 ini hingga tahun depan masih didominasi oleh tema minimalis, lettering, modern. Sangat menarik perhatian, walau pun terkesan simpel tapi pasti proses mendesainnya memakan waktu yang tidak sebentar. Minimalis bukan berarti 'minimales'. Semoga inspiration ini bisa membantumu memberikan referensi ketika mendesain logo makanan ya. Let's get inspired, shall we?

Frankies Fine Foods by Yerevan Dilanchian




Great Tasting Jobs by SEK & GREY Helsinki + Esa Hallanoro


Waffe by A Friend Of Mine




Este Oeste by Goma


Masala Darbar by Jekin Gala


Hefty's Burgers by Jake MacDougall


Foodmakers by Natalia Lachiewicz (Twice)


Curry Up Now by Design Womb


Untuk inspiration lainnya bisa cek di sini.
Bingung cara mendesain logo? Simak tipsnya di sini.

Nah, inspirasi logo tema apa yang ingin Geetha share pada post berikutnya? Komen di bawah yes~

Senin, 25 Agustus 2014

"How to Start A Blog" Workshop (Jakarta)



Sebagai desainer grafis (mau freelancer/kantoran) minimum kamu harus punya website pribadi. Umur socmed dan sejenisnya enggak ada yang tau. Inget nasib Friendster? Myspace? Umurnya enggak lama kan?
Padahal kita udah capek-capek ngumpulin followers/friends. Kalo model tumblr/deviantArt gimana? Sama juga. Idealnya desainer tidak hanya mengandalkan socmed belaka untuk memajang portfolio atau untuk menarik perhatian calon client.

Seperti yang pernah Geetha bahas tips blogging untuk desainer grafis di sini, selama internet dan search engine masih ada di bumi ini, blog adalah salah satu jawabannya. Mereka masih akan berumur panjang kok. Blog juga merupakan salah satu media yang bagus untuk mempererat engagement dengan visitor, follower hingga calon client. Kamu merhatiin enggak? Kalo rata-rata desainer/fotografer luar yangg belum dikenal/udah dikenal banyak mereka tetap aktif nge-blog? See, mereka enggak cuma ngandelin socmed aja ~

Walah, masih ragu juga?







Tenang, Geetha akan menjawab semua mitos-mitos tentang blogging yang selama ini mungkin membuat kamu maju-mundur dalam nge-blog ~

Geetha dan Smithies mengajak kamu yang masih bingung cara nge-blog untuk para creatives (desainer grafis, fotografer, anyone!) untuk ikutan workshop pada tanggal 30 Agustus, Sabtu ini ^^ Setelah sukses mengadakan workshop "Photoshop for Bloggers" tempo hari, kali ini Geetha akan share tips "How to Make a Blog (for creatives)" ~





"HOW TO START A BLOG" WORKSHOP
Saturday, 30 August 2014 At LIMA CAFE, PIK (JAKARTA)


Topik-topik yang akan di bahas:
- Apa itu blog dan bagaimana cara menentukan konsepnya?
- Setting up wordpress/blogspot
- Apa itu domain? Apa itu hosting?
- Cara membuat post yang baik?
- Cara mempromosikan blog yang efisien?
- Bagaimana cara memasang widgets pada blog?
- Bagimana cara mendesain dan membuat blog tampak menarik?

--> Admission fee (INCLUDING LUNCH AND GOODIE BAG): IDR 300k
--> For those who does not have Adobe Photoshop, please download free trial 1 or 2 days before class.
--> What to bring: your own laptop with a charger (mouse / wacom if you need it), and stationery for taking notes.
--> Important: Seats are limited, first come first serve only. Tickets are non refundable.
--> Don't forget to bring your business name card, you'll never know who you're going to meet!
--> Don't be late.

RSVP: 0817716444 / hellosmithies@gmail.com
Atau beli di sini




Kata siapa kalo mau ikut workshop kudu yang kaku dan serius dalam suasana ruangan 'kantoran'? Tidak kalo di sini. Berikut foto-foto kegiatan teman-teman pada workshop Smithies 'Photoshop for Blogger' yang telah diadakan beberapa minggu yang lalu ~





Photos courtesy of Smithies

What are you waiting for, #Geether? Are you ready to get inspired to make a blog? See you there ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Jumat, 15 Agustus 2014

Advice: Kerja kantoran atau freelance?



Mulai pada kolom Advice kali ini, Geetha sesekali akan lampirkan beberapa e-mail dari teman-teman yang menurut Geetha cukup menarik untuk dipublish di sini karena bisa sekalian membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar desain grafis (tips, advice, karier). Topik kali ini adalah mana yang lebih baik:
kerja kantoran atau freelance untuk fresh graduate (dalam bidang desain grafis, DKV atau sejenisnya)?

Tanya: Hai Geeth! Mau nanya pendapat dong. Gue sekarang kuliah semester akhir jurusan DKV, dikit lagi lulus horeee! Nah masalahnya gini Geet, zaman sekarang kan bisnis online nggak kalah menjanjikan di banding kerja kantoran. Gue sebetulnya pengen punya bisnis desain sendiri, liat kakak kelas jadi mupeng! Freelance gitu emang paling enak yah Geet daripada ngantor kan bisa jadi bos sendiri hehehe. Ada tips gak buat tips jadi freelancer buat yang fresh graduate? Gimana biar bisa rutin dapet client tiap bulannya?

Jawab:
Halo. Sebelumnya Geetha ucapkan selamat kepada kamu yang hampir lulus kuliah. Sebelum menjawab pertanyaanmu, Geetha mau bertanya balik: Sudah adakah kamu pengalaman bekerja di bidang yang kamu inginkan? Bagaimana dengan portfoliomu? Sudah adakah proyek dari client betulan (bukan cuma mengandalkan tugas kuliah)?

Lho aku kan baru mau lulus, pengalaman dengan client belum ada atau baru ada satu. Gimana dong? --> Karena concern utamamu tadi, gimana cara bisa rutin dapat client tiap bulan. Geetha berikan masukan yang bisa menjadi bahan pertimbangan berikut ini:

01. PORTFOLIO
Portfolio, skill dan pengalaman merupakan penentu nasib desainer untuk mendapatkan proyek. Gimana caranya mau dapet kerjaan kalo kamu nggak punya portfolio sama sekali? Kalau belum punya portfolio, kamu bisa membuat desain fiktif. Pamerkan portfolio online dan offline.

02. PENGALAMAN
Tidak ada salahnya sebelum full time jadi freelancer, kamu mencoba cari pengalaman untuk bekerja dulu di kantor. Selain menambah pengalaman, kamu juga secara langsung jadi belajar bagaimana terlibat dalam sebuah proyek, cara bekerja sama dengan team, cara mengatasi atasan, cara mengatasi rekan/bawahan, cara menghadapi deadline, networking dan lainnya. Setelah dirasa sudah cukup, 'bekal' ini bisa kamu andalkan ketika kamu ganti aliran menjadi full time freelancer.

03. DISIPLIN
Walau bekerja di rumah kesannya lebih enak karena enggak ada yang merintah-merintah, jangan salah lho kalo jadi freelancer itu malah harus bisa tegas pada diri sendiri. Kamu harus memotivasi dirimu sendiri. Kamu nggak bisa kerja kalo cuma pas lagi mood saja. Karena kalo kamu orangnya moody, mending urungin dulu niat jadi freelancer (desainer grafis). Kalo nggak gitu, bisa-bisa bangkrut sebelum 'perang'.

04. EFFECTIVE NETWORKING
Ini salah satu kunci sukses jadi freelancer. Makin banyak koneksi makin bagus. Tapi punya banyak koneksi/kenalan pun tidak menjamin akan langsung dapat proyek besar. Usahakan selalu keep in touch dengan kenalan yang berpotensi untuk menjadi client mau pun partnership. Note: Selalu siapkan kartu nama ke mana pun kamu pergi. Sebarkan kartu namamu sebanyak mungkin. Jangan lupa sertakan link portfoliomu di kartu nama tersebut. Desainlah kartu nama yang unik dan kreatif sehingga kesan pertama yang 'kreatif banget nih orang' bisa terus teringat bagi yang menerimanya.

Bagaimana caramu menentukan pilhan? Maukah suatu saat kamu pindah menjadi freelancer atau kerja kantoran jika tidak berhasil? Jangan lupa baca advice desain grafis lainnya di sini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Kamis, 31 Juli 2014

Tips: Dokumen Untuk Desainer Grafis



Dokumen-dokumen yang umumnya digunakan oleh para desainer grafis ini, tak hanya akan membuatmu terlihat profesional juga akan memudahkan dan melindungi dirimu. Secara tidak langsung bisa dibilang, dokumen-dokumen berikut ini adalah suatu keharusan tidak masalah apakah mau masih newbie, mahasiswa hingga yang sudah banyak jam kerjanya. Desainer grafis tidak hanya dituntut untuk bisa berkarya dengan desain yang oke, tapi juga harus mengerti cara bekerja dengan profesional dan melindungi dirinya sendiri (desain, pembayaran). Susahkah untuk membuatnya?

Jangan khawatir, berikut Geetha dokumen yang wajib kamu siapkan untuk jasa desainmu. Semua dokumen di bawah ini sudah diurutkan berdasarkan proses desain.

01. PRICE LIST
Buatlah price list selengkap mungkin dalam 1 file PDF. Kamu bisa menawarkan beberapa paket (branding, with website, with photography) atau a la carte (ketengan, misal: desain kartu nama saja). Dengan adanya price list ini, kamu jd praktis tidak perlu repot ketik-ketik setiap ada yg menanyakan harga jasa desainmu. Note: untuk paket desain tertentu biasanya harganya bisa berubah berdasarkan tingkat kesulitan, penambahan item dan lain-lain. Maka di sini kamu bisa tambahkan: start from Rp. X.000.000. Jangan lupa tambahkan footer note di bawahnya: *harga sewaktu-waktu dapat berubah, sehingga calon client sudah tahu dari awal.

02. PROCESS
Kalo ditanya client, "Berapa lama sih selesai logonya?" Bagaimana cara terbaik untuk menjawabnya? Setelah calon client sreg dengan hargamu, kirimkan process sheet supaya calon client tahu detail tiap proses dan lama pengerjaan logo tersebut. Misal: brainstorming (1 minggu), sketsa (2 minggu), tracing logo ke laptop/komputer (5 hari) dan seterusnya. Process sheet berguna banget supaya client tidak berasumsi kamu membuang waktu lama hanya untuk mendesain logo yang 'cuma gitu doang'.

03. SURAT KONTRAK KERJA (SKK)
SKK adalah penyelamat nasib sang desainer dan client. Tidak peduli kamu bekerja pada siapa termasuk saudara atau teman sendiri, kamu tetap membutuhkan SKK. Kenapa? Tak jarang hubungan dengan saudara atau teman menjadi bermasalah karena tidak adanya hitam di atas putih, semuanya dikalahkan oleh 'enggak enakan', ego mau menang sendiri dan lain-lain. Baca detailnya di sini. Siapa pun client-nya, tetap gunakan SKK. Sehingga jika ada kemungkinan hal-hal buruk yang mungkin terjadi seperti jumlah revisi yang tak terhingga, timeline deadline yang dirubah-rubah hingga pembatalan proyek... maka SKK inilah yang akan melindungimu dan mempertegas profesionalisme dalam proyek desain ini. Maka kamu pun tidak akan dirugikan. Apa saja sih isi dari SKK itu? Umumnya SKK berisikan: terms & condition tentang cara pembayaran, jumlah revisi, denda pembatalan dan lain-lain. Masih bingung gimana cara buatnya? Kamu bisa liat contoh-contohnya di sini (bahasa Inggris).

04. DESIGN BRIEF (KUESIONER)
Design brief sangat menentukan hasil akhir logo. Design brief biasanya berisikan kuesioner yang menanyakan: target audience, siapa saja kompetitornya, goal, budget, project, apa yang membuat client berbeda dengan pesaing, dan lain-lain. Jangan pernah sepelekan kuesioner ini. Referensi design brief bisa dilihat di sini.

05. INVOICE
Biasanya invoice (tagihan) diberikan kepada client 2 kali, yaitu pada saat bayar DP 50% di depan dan pelunasan 50% sisanya pada akhir process baru serah terima file dan produk desain. Tidak ada peraturan khusus tentang DP, jadi kamu bisa pakai yang 50-50%, 20-30-50% atau lainnya. Invoice bisa dikirim via e-mail dalam format PDF atau di print out ketika bertemu langsung dengan client. Lain waktu Geetha akan khusus membahas tentang ini ^^


Masih ada yang belum paham? Dokumen mana yang ingin Geetha bahas pada post berikutnya? Jangan lupa baca tips desain grafis lainnya di sini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Senin, 28 Juli 2014

Inspiration: Amazing Magazine Covers #1


Magnificent, issue 6

Siapa di sini yang suka baca majalah? Geetha suka banget baca majalah entah itu majalah desain, life style, fashion & make-up, travel, makanan dan lain-lainnya. Tak hanya artikel-artikelnya, layout, photography dan typography yang menarik dalam suatu majalah bisa menjadi daya tarik yang bisa membuat kita jatuh hati dan terus membelinya.

Tema pada inspiration kali ini adalah 10 cover majalah yang keren dan kreatif. Makin ke sini, semakin berani, semakin 'design out of the box' seperti: nameplate yang ditulis dengan style lettering (customized, tidak terpaku dengan penggunaan font), di crop mencar sana-sini sehingga membuat pembaca menebak-nebak apa nama majalah tersebut, hingga penggunaan properti foto sebagai cover lines dan lainnya.

Siapa tahu kan, cover-cover ini membantu memberimu inspirasi dalam mengerjakan tugas typography, editorial design atau kerjaan layout dari client? ^^ Check these out~


Cincinnati, 'Where To Eat Now' issue


Texas Monthly, 'The 50 Best BBQ in The World' issue, designed by T.J. Tucker


IL, invisible man by Liu Bolin


Interview, February 2012 issue


Wallpaper, September 2013 issue


Esquire (Malaysia), starring Philip Seymour Hoffman


Print, 'CYMK' issue


Ino (school project), by Lionel Melchiorre


Fiasco, issue 21, doodled by Hattie Stewart + designed by Hope Von Joel


Cover majalah mana yang menurutmu paling keren? Keep inspired dengan follow Pinterest Blog Tips Graph Design di sini.


Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Jumat, 18 Juli 2014

Perbedaan Grafis Vektor Dan Bitmap



Hingga hari ini Geetha masih melihat salah satu kesalahan terbesar dalam desain grafis yaitu menggunakan format gambar dalam basis raster untuk di-print/save bentuk PDF. Sangat disayangkan karena ini merupakan faktor penentu hasil akhir pada suatu desain, terutama logo. Percuma saja mendesain logo sekeren apa pun kalo di save dalam format yang tidak semestinya. Beda format, beda hasil. Kenapa bisa begitu?

APA ITU VEKTOR
Gambar vektor adalah sebuah formula matematis yang menghasilkan bentuk serangkaian titik terhubung dengan garis-garis lurus atau kurva. Tipe-tipe file vektor seperti EPS, AI dan PDF sangat sempurna untuk digeser, diputar, diisi atau diperbesar dalam ukuran berapa pun tanpa akan kehilangan ketajaman resolusi. Software yang bisa digunakan untuk mendesain vektor 2 dimensi adalah Adobe Illustrator dan CorelDRAW. 

APA ITU BITMAP
Gambar bitmap/raster terbuat dari pixel dan titik-titik berwarna. Tipe-tipe file britmap ialah JPEG, GIF dan PNG. Semakin kecil dan semakin dekat titik-titik tersebut, maka semakin jelas gambar tersebut terlihat. Sebaliknya jika gambar itu diperbesar, maka akan menjadi tampak kasar dan pixelated (gambar menjadi kotak-kotak yang pecah) dan buram. Gambar grafis berbasis bitmap kerap ditemukan pada website (tertampang pada monitor). Software yang bisa digunakan untuk mendesain dalam format bitmap adalah Adobe Photoshop, GIMP, Inkscape dan lainnya.

KELEBIHAN & KEKURANGANNYA
Vektor:
+ Bisa di perbesar dalam ukuran apa saja tanpa membuat resolusi pecah.
+ Bisa di cetak dalam ukuran berapa pun tetap dengan resolusi yang tajam.
+ Mengambil disk space lebih sedikit, sehingga loading-nya lebih cepat di komputer.
- Tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap.

Bitmap:
+ Bisa memberikan efek (filter, brush, action) pada gambar/foto.
+ Ideal untuk mengoreksi gambar/foto hingga melakukan manipulasi foto.
- Tidak bisa di perbesar dalam ukuran apa saja karena akan membuat resolusi pecah.
- Mengambil disk space lebih banyak, sehingga loading-nya lebih lambat di komputer.

YANG TERBAIK?
Jika kamu mau mendesain logo, packaging, layout atau sejenisnya yang untuk di-print/PDF, gunakan vektor. Jika kamu membuat photography atau keperluan untuk pada tampilan website (misal: pajang portfolio, mockup, logo), gunakan bitmap.

Topik desain grafis apakah yang ingin dibahas pada post berikutnya? Apakah kamu punya ide atau pertanyaan lain? Silakan komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Parenting Tip: 7 Ways to Complement Computer Games and Unleash Your Child’s Creative Genius

Even though we may enjoy playing them ourselves, many parents worry about the impact of computer games on their child’s development. We fear...