Tampilkan postingan dengan label Graphic Design. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Graphic Design. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

6 Kebiasaan Desainer Grafis Sukses



Tanya: Selamat siang Geetha, saya penasaran. Gimana cara para desainer grafis yang namanya udah besar itu bisa sukses dalam industri ini? Apa saja yang mesti dilakukan selain punya desain yang 'keren'?

Jawab: Sukses kaya gimana dulu nih? Sukses terkenalnya apa sukses menghasilkan banyak uang dari desain? Hehehe. Geetha asumsi sukses dari segi keuangan yang banyak ya. Obviously lah kita butuh uang untuk bertahan hidup, alangkah senangnya jika bisa menghasilkan banyak uang dari passion yang kita sukai yaitu: desain grafis. Berikut 6 kebiasaan yang bisa kita terapkan dari kebanyakan desainer grafis sukses:

01. STAY CREATIVE
Sense kreatif tiap orang beda-beda. Ada orang yang kayanya di saat kesempatan adaaa aja ide dan konsepnya kreatif semua tanpa perlu usaha apa-apa, sedangkan kita boro-boro... Alasannya? Nunggu mood dulu lah, alhasil pas udah detik-detik terakhir last minute baru kelabakan. Hasil akhir desain pun jadinya seadanya saja. Sayang banget, kalo udah gini yang rugi siapa? Kalo kerja nunggu mood dulu wah duit nggak bisa nunggu lho.

Ingat: Mood bisa diciptakan dan dibiasakan. Jangan cuma ngedesain pas lagi ada job aja, pancing sense kreatifitasmu disaat lagi lowong dengan membuat desain fiktif. Seiring waktu, nanti skill, sense dan taste design kamu semakin terasah dan 'matang'. Jadi kapan pun ada kerjaan desain lagi, kamu akan lebih well-prepared. Nggak ada lagi deh kerja mesti nunggu mood dulu. Schedule lebih terstruktur, nggak perlu kelabakan last minute lagi.

02. BUAT SCHEDULE
Mau hidup lebih terorganisir? Ya buat schedule. Ada schedule aja masih suka melenceng dari rencana, gimana kalo nggak ada. Ngerti sih, punya jiwa seni maunya suka-suka gue tapi kan, kamu seorang desainer grafis = berkarya buat nyari duit. Schedule ideal tiap individu beda-beda ya, silakan coba beberapa cara untuk menentukan yang paling ngefek di kamu.

Kalo Geetha, sebelum memulai bekerja di pagi hari, Geetha biasanya membalas semua e-mail (biasanya memakan 15-20 menit). Lalu Geetha berlanjut ke social media terlebih dahulu (FB, Twitter, Pinterest dan Instagram). Tidak semua post akan di publish saat itu juga, sebagian Geetha set publish on schedule pada jam-jam tertentu sehingga tidak akan mengganggu konsentrasi kerja nantinya. Ini memakan maksimum 30 menit. Lalu, baru deh mulai bekerja. Walo Geetha kerja sendiri, Geetha sudah fixed menentukan jam kerja dari jam 09.00-17.00. Lewat dari itu, semua pekerjaan dan e-mail akan dilanjutkan keesokan harinya.

Karena sudah terbiasa punya jam kerja seperti ini, otomatis otak juga sudah terbiasa untuk 'dipaksa' mikir pada jam kerja. Dulu sih sebelum nikah jam kerja suka-suka, sejak jadi istri mana bisa begitu lagi hehehe. Karena itulah Geetha buat schedule biar hidup teratur dan rumah tangga juga terurus. So, dalam membuat schedule jangan sampai kamu mengorbankan kehidupan pribadimu juga ya!

03. RAJIN MENYICIL
Saatnya pisah sama SKS (Sistem Kebut Semalam) dan multitasking sekarang juga! SKS dan multitasking mungkin memang shortcut biar cepat kelar tapi sayangnya tidak bisa menghaislkan desain yang berkualitas. Mau fokus juga susah di jebret dan nyambi ini-itu. Dalam membuat schedule (point no. 2 di atas), penting bagimu untuk memecah beberapa bagian dari kerjaanmu. Let's say: hari ini kamu fokus research dan sketsa saja. Jadi kamu betul-betul bisa maksimal tanpa gangguan, tanpa terburu-buru dan panik dalam menyelesaikan task ini. Besok atau lusanya baru kamu move on to ke laptop/komputer untuk scan sketsa desain misalnya. Dijamin, kualitas desainmu jadi poll maksimal dan berkualitas jika dicicil begini karena kamu bisa FOKUS.

Jangan pernah ngerjain proyek yang paling gampang dulu. Simpan yang gampang-gampang untuk jam siang sampai sore nanti, yang di mana mood udah mulai ngedrop/capek. Karena kalo nggak gitu, berat banget dong pas lagi nggak mood ngerjain task yang paling berat kan...

04. KONSISTEN
Wajar saja kalo kamu moody mengerjakan sesuatu, ujung-ujungnya kariermu 'gitu-gitu' aja. Sukses nggak jadi dalam semalam, nggak akan jadi kalo kamu ngerjain sesuatu cuma setengah-setengah/sekali-sekali aja. Seperti yang udah Geetha bahas di point no. 2 dan 3 di atas barusan, konsisten itu paling susah karena suka banyak gangguan/godaan. Nah dengan menyicil task dan membuat schedule, seharunya akan lebih membuat mudah to stay on track.

05. SERING REFRESHING
Loh kalo sering refreshing kapan kelarnya? Haha, maksud refreshing di sini ialah, kamu jangan mengerjakan sesuatu non stop berjam-jam depan layar komputer/laptop tanpa jeda sekali pun. Percuma.. nggak akan efektif juga. Mata capek, otak 'berasap', punggung pegal. Nggak sehat juga. Buat apa nyari uang banyak dari lembur-lembur atau kerja non stop tapi ujung-ujungnya uangnya habis dipakai untuk berobat juga?

Selain itu, kalo nggak ada jeda kamu bisa rentan mentok/mandek ide nantinya. Wajar juga kalo nanti ada rasa bosan. Suntuk dan mentok ide? Tinggal ngabur ke kafe, atau ketemu teman-teman supaya tidak jenuh. Gadget aja bisa panas dipakai terus-terusan apalagi tubuh kita. Justru dengan kamu menjauh sementara dari komputer/laptop/buku gambar, kreatifitas dalam otakmu jadi ada kesempatan untuk berkembang.

06. PRODUKTIF
Desainer grafis sukses, mereka tidak hanya sibuk di saat dapat kerja saja. Mereka meluangkan waktu untuk hobi atau minat yang lain. Skill, taste dan kreatifitas itu bisa terjadi karena terbiasa di asah di saat santai juga, tidak melulu di bawah tekanan (deadline). Apalagi sekarang desainer grafis kalo cuma bisa di bidang branding, print gitu aja... ya susah lah karena saingan ada ribuan hingga ratusan ribuan, unless kalo desain kamu buaguuuuussssss banget boleh lah sombong sedikit cuma mau bertahan di satu bidang (di desain). Kalo mau survive mesti ada kelebihan yang lain juga.

Memang blog ini mainly focused on desain grafis, tapi Geetha sangat merekomendasikan kamu untuk mengasah skill lain di luar ini misal: packaging, website, aplikasi, game, illustrasi, fotografi atau sejenisnya. Take it easy, jangan terlalu membebani diri sendiri harus jago ini, jago itu. Let it flow, fokus 1 atau 2 kelebihan lain tapi betul-betul berkualitas daripada kamu jebret semua dan nggak ada yang bagus. Kualitas mengalahkan kuantitas. Dan, ingat: juga mesti sabar dan banyak berdoa. Karena campur tangan Tuhan-lah yang membuat ini semua berhasil. Geetha sendiri juga masih struggle untuk bisa jadi desainer grafis yang sukses. Tidak ada kata terlambat kok. So... See you on top! ^^

Siapakah desainer grafis favoritmu saat ini? Apakah kamu jadi termotivasi ingin seperti dia? Yuk kita saling share pada komen di bawah ini!

Rabu, 26 Agustus 2015

10 Cara Dan Tips Promosi Diri Desainer Grafis



Jadi desainer grafis nggak cukup dengan cuma bisa mendesain yang bagus, keren, kreatif begitu aja. Kalo nggak ngerti cara mempromosikan diri sendiri ya sia-sia, sama aja bohong.
10 cara dan tips promosi diri desainer grafis di bawah ini sudah Geetha terapkan sendiri bertahun-tahun. Semua terbukti efektif, efisien dan nggak mesti ngemis-ngemis perhatian di akun social media/website orang lain (tanpa harus nge-spam). Perlu diingat, ini nggak langsung sukses sehari semalam ya.

Geetha tekankan kamu untuk fokus kualitas daripada kuantitas. Kalo promonya ngotot tapi kualitas portfolio kamu kurang greget juga ya, kamu susah dapet client idaman (bukan menantu idaman ya). Berikut 10 cara dan tips promosi diri desainer grafis ~

1. SIAPkan personal branding
Sebelum memulai, kamu HARUS sudah punya brand tentunya, setidaknya kalo baru memulai kamu ingin di mempromosikan diri seperti 'siapa, apa, bagaimana'. Siapa target audience-mu? Lalu jasa desainmu start dari harga berapa? Kalo sudah menentukan, then it's time to start designing.

Yang mesti kamu desain: logo pastinya, kartu nama, letterhead, amplop, CD, folder/map, CV (Curriculum Vitae), portfolio (akan di bahas lengkap di bawah), proposal (dibahas di bawah). Desain lah sebagus-sebagusnya dan kreatif! Kerahkan semua energimu di sini. Inspirasi personal branding design bisa kamu cek di sini.

2. portfolio
Penting banget, penentu nasib seorang desainer grafis. Juga penentu gaji/fee, besarnya proyek dan pengalaman. Buatlah portfolio online dan offline. Ingat: pilihlah yang terbaik! Nggak usah pasang semua kerjaanmu ya. Jangan pernah pasang lebih dari 12 desain.

Kalo online kamu bisa pajang misalnya di Creasi dan social media (Facebook, Twitter, Instagram). Yang Geetha suka dari Creasi, di sini tempatnya semua orang kreatif mencari kerja. Mulai dari desainer grafis hingga dancer semua majang portfolio-nya di sini. Di mana lagi bisa nemu wadah khusus orang kreatif kaya gini? Tiap hari lowongan kerja juga rutin di update lho, nggak usah pusing-pusing lagi deh nyari tempat lowongan kerja. Selain upload di Creasi, pajang juga di website pribadi (more on that below) dan versi PDF.

Kalo versi offline-nya, simak di sini bagaimana cara membuatnya. Memang sih tidak semua client/perusahaan konvensional yang mengharus kita pakai portfolio yang di print. Tapi tahukah kenapa Geetha tetap menyarankan kamu untuk print portfolio? Di era digital seperti ini, di mana orang-orang udah cuma ngandalin online saja, versi print meninggalkan first impression yang bertahan lama karena 'feel-nya beda' dan paling menonjol di banding pesaingmu yang lain (yang pakai pdf, website aja). Nggak ada salahnya dipersiapkan dari sekarang, karena kamu nggak akan tahu kapan akan dipanggil untuk interview.

Belum punya pengalaman? Belum pernah dapat job? Nggak masalah, kamu bisa pertimbangkan untuk membuat desain fiktif untuk memulainya, di sini caranya.

3. website DENGAN DOMAIN SENDIRI
Walau pun kamu sudah upload portfolio terbaik-mu di social media, jangan lupakan juga website-mu sendiri. Isilah dengan portfolio terbaikmu ya.. yang kamu suka dan bangga tentunya. Lalu, selain itu masukkan juga: about (deskripsi tentang kamu, kelebihannya apa, megang apa aja), contact (ya iya lah). Minimum dua itu deh yang harus diisi duluan, sisanya bisa belakangan. Kamu bisa juga masukkan price list untuk memudahkan dan langsung menargetkan audience.

Kalo kamu memang sudah siap untuk mengambil langkah lebih besar dalam mengembangkan bisnis/promo desainmu, langkah berikutnya ialah mendaftarkan domain website-mu. Jangan biarkan website-mu masih pakai embel-embel seperti ini --> namablog.blogspot.com atau namablog.wordpress.com! Mempunyai website dengan domain sendiri berarti juga kamu akan dianggap lebih serius oleh calon client.

Kalo nggak ngerti nge-desain website, kamu bisa hire web designer atau.. pake template/theme yang paling simpel/minimalis aja, works every time. Karena kalo yang terlalu njelimet, website susah di akses dan membingungkan bagi calon client. Bayangkan kalo calon client-nya bingung dengan tampilan website-mu, bisa-bisa dalam hitungan detik website-mu udah di close aja ama dia. Yang rugi siapa?

4. NETWORKING
Sesibuk apa pun kamu, coba sesekali luangkan untuk datang ke beberapa event/workshop/komunitas. Di sana kamu bisa memulai berkenalan dan networking, jangan lupa... siapin kartu nama! Di zaman era serba digital ini, kartu nama belum mati. Seperti yang udah Geetha bahas di poin nomor 1 tadi, kalo kamu udah siapin personal branding design dari jauh-jauh hari, ya nggak perlu kelabakan lagi tiap mau ada event tinggal di bawa aja deh dalam tas.

Keunggulan punya koneksi di bidang yang mirip (kreatif): bisa saling support, kalo ada yang lagi butuh job di saat kita lagi kebanjiran kita bisa oper job-nya begitu juga sebaliknya. Bukan nggak mungkin di saat salah satu dari kalian dapet projek yang membutuhkan banyak tenaga kerja: kamu jadi tim desain grafisnya, si teman jadi photographer-nya, lalu si teman satunya jadi apanya lagi. Enak kan bisa team up dan kolaborasi bareng? Rezeki dapetnya barengan juga ^^

Lalu, jangan cuma mentok datengin komunitas atau event desain grafis/bidang kreatif aja ya. Karena calon client nggak melulu main ke komunitas desain/kreatif. Intinya, berbicara dan bergaullah dengan banyak orang. Sering juga kamu dapet cient dari tempat yang nggak di duga-duga, misal di bengkel. So yup, kartu nama is a must in your wallet.

5. numpang tenar
Kamu bisa coba menjadi guest blogger di 1 atau 3, 4, 5 blog desain grafis atau sejenisnya yang sudah terkenal di dalam atau di luar negeri (kalo luar negeri berarti wajib fasih English). Bisa dengan menulis artikel yang berhubungan dengan desain grafis dan membuat tutorial. Dengan jumlah visitor, follower dan pageviews yang banyak tiap harinya...bisa bayangkan ada berapa yang meng-klik website-mu yang biasanya dipajang di akhir blog post tersebut? Tapi jangan jadi ghost blog writer ya, karena sama aja bohong kamu nggak bisa nyantumin nama dan website-mu.

Kamu juga bisa salprom (saling promo) dengan rekan-mu di social media dan blog (kalo ada). Dia promoin jasa desain grafismu, kamu promoin usaha katering dia misalnya. Bahkan, kalo kamu orangnya berani ngomong di depan orang banyak di depan umum, kamu bisa pertimbangkan untuk menjadi guest speaker di suatu even/workshop. Pokoknya dengan menumpang tenar gini rumusnya harus: win-win solution. Enak di kamu, enak di mereka.

6. Be Creative, Different and unique
Lulusan DKV ada banyak bener, belum lagi yang self-taught desainer grafis... Wuih nggak keitung ada banyak bangeeeet! Kalo kamu 'cuma' jualan jasa desain grafis aja, unless it's really GOOD ya susah kalo mau cepat dilirik sama client-client dambaan, idaman dan impianmu. Dengan kompetitor yang sejibun, kamu harus berusaha menonjol dari yang lain. Secara desain grafis udah sangat pasaran, jadi ya kamu harus bertindak lebih dari ini. Apakah kamu juga bisa mendesain untuk packaging? Website? App untuk mobile? Bisa? Awesome! Belum bisa atau belum jago-jago amat? Nggak apa-apa, masih bisa jalan sambil asah skill kok (ikut kursus offline, online). Jadi di luar desain grafis, kamu juga bisa handle di bidang lain juga. Jadi nilai plus deh :)

7. Kirim Proposal
Kadang kita nggak selalu yang di kontak duluan oleh calon client, tapi kita juga yang harus inisiatif yang 'nyolek' calon client duluan. How? Sebelumnya, siapkan template proposal. Tiap client yang berpotensi tentu kan beda-beda kebutuhannya jadi kalo udah ada template enak, tinggal rombak yang perlu-perlu aja. Siapa aja yang bisa dikirimin proposal? Ke 'client idaman', misal: resto, kafe, sekolah, perusahaan, clothing line, up to you, yang ada di daerahmu, di Indonesia bahkan ke luar negeri. Kalo kamu tertarik, bisa juga coba kirim proposal ke agensi.

Proposal bisa di print dan via e-mail. Kalo via e-mail idealnya save as pdf. Layout harus simpel aja nggak usah terlalu di macem-macemin karena client inceran-mu itu fokusnya liat: 1. portfolio --> 2. harga --> 3. services. Yang mesti ada dalam proposal: About your company, services, portfolio, harga dan paket desain, dan timeline proyek. Jika kamu berminat Geetha ingin ngebahas khusus tentang ini, let me know! ^^

8. Aktif blogging / social media
Dengan rutin nge-blog, pembaca jadi tahu betapa 'ahli'nya kamu di bidang desain grafis. Nggak jarang juga yang tadinya cuma sekedar jadi pembaca di blog kamu, berubah jadi client. Enaknya lagi, kalo kamu udah rutin nge-blog dan udah tau mau di bawa ke arah mana, udah jelas niche-nya. Itu enak banget lebih gampang dapat client potensial yang sesuai dengan niche kamu. Misal: kamu kepengen fokus di bidang food and beverage, jadi pastikan 80% posting-an kamu isinya harus tema itu juga. Selain kamu bisa pamer semua kerjaan desain kamu yang di bidang food and beverage, bisa juga share referensi dan inspirasi desain di bidang food and beverage yang sesuai dengan style favorit-mu. 20%-nya apa dong? Ya random aja biar reader nggak bosan isinya 'itu-itu' melulu..bisa juga foto liburan. Sekalian latihan motret juga bisa dijadiin portfolio kan. Eits, jangan salah..blog kamu sendiri aja bisa dijadiin portfolio kok jadi please post and publish wisely.

Namun, nge-blog membutuhkan komitmen dan konsisten untuk selalu rutin posting dan menghasilkan content yang bermutu. So, kalo kamu emang nggak nyaman dengan nge-blog. Kamu bisa rutinin update di social media seperti FB Page, Twitter dan Instagram. Yang bisa di publish: kerjaan desain kamu yang sudah jadi, behind the scene/working in progress, random (sesekali selingan biar nggak bosan), inspirasi desain (jangan lupa tag dan mention owner-nya juga yah!), dan lain-lain.

9. PASANG IKLAN
Pernah dengar istilah "You have to spend money to make money"? Yup, itu berlaku dan efektif di bidang kreatif terutama di bidang desain grafis. Dari pada kamu nge-spam mention satu-satu orang di twitter, yang ada kamu kena block dan report! Atau nyampah di akun Facebook dan Instagram ala-ala online shop: "Cek akun kita kaka"... Hadeuh, udah tahun 2015 nggak banget lha kalo masih pake cara seperti ini..

So, sisihkan sebagian uang kamu untuk masang iklan.. Kalo baru mulai jalan jadi desainer grafis, silakan masang iklan secara online misal di Facebook Ads, Twitter (Twitter Ads, buzzer) atau Instagram karena harganya jauh lebih terjangkau ketimbang masang iklan di media cetak. Kecuali kalo kamu udah punya banyak networking dan kenalan yang sudah lebih dahulu mengenal jasa desain kamu, nggak usah buang-buang waktu deh..mending sisihkan saja sedikit uangmu untuk ngiklan.

Kalo budget mepet, satu-satu aja dulu misal Facebook atau Instagram dulu. Better than nothing lah. Kalo ada budget lebih, bisa sekalian pasang di google adsense. It's so worth it and definitely will save your time!

10. Sabar Dan Berdoa
Memang minggu-minggu pertama, bulan-bulan pertama itu berat. Belum tentu langsung 'laku'. Kadang cepet di panggil interview tapi abis itu udah, nggak dapet respon balik. Atau, udah presentasinya niat banget ke calon client, eh abis itu mereka nggak sreg untuk 'teken kontrak'. Well, emang nggak mudah tapi bukan berarti nggak mungkin kan?

Ini hal yang biasa kok, semua orang juga mengalaminya. Jadi, daripada down lama-lama kenapa masih belum dapet panggilan interview atau dapet transferan DP untuk proyek freelance, lebih baik manfaatkan waktu untuk terus promo, hang out dengan teman-teman baru di komunitas/event/workshop... ya seperti yang Geetha udah jabarin di atas semuanya lah. Terus lakukan sampe 'dapet'. Dan jangan lupa juga: sabar dan berdoa. Karena campur tangan Tuhan-lah yang menbuat ini semua berhasil. Good luck! ^^

Punya dan tips promosi lainnya kah #Geether? Yuk kita saling share pada komen di bawah ini!

Selasa, 13 Januari 2015

Jangan Jadi Desainer Grafis Sebelum Baca 5 Hal Ini



Geetha lulus kuliah DKV kira-kira sudah 7 tahun yang lalu. Dulu belum banyak info tentang desainer grafis dari buku, blog, komunitas. Well, dulu ada sih tapi ya cuma begitu-begitu saja. Beda banget dengan sekarang, lebih gampang akses internet dan lengkap pula. Buku, social media dan blog desain grafis juga ada banyak yang bisa di follow. Bahkan untuk desainer grafis dengan latar belakang non DKV pun banyak juga lho yang portfolionya tidak kalah bagusnya dengan lulusan DKV.

I wish somebody had told me this to my old self. Ternyata walau pun sudah lulus kuliah DKV pun, masih ada hal-hal yang masih ke-'skip' sama kita lho. Kamu masih duduk di bangku sekolah/kuliah dan berencana ingin menjadi desainer grafis? Atau sudah menjadi desainer grafis tapi merasa belum maksimal? Then, this post is for you. Read on!

DESAIN ITU MAHAL
Mahal itu relatif ya. Tapi kamu pasti setuju kalau ide itu mahal, otomatis desainnya juga mahal dong? Dengan hargamu yang sekarang apakah sudah menutup biaya internet bulananmu? BBM kendaraanmu? Pulsa? Listrik? Makan? Ngopi? Kontrakan dan… lainnya. Kalo dihitung-hitung ada banyak kan kebutuhanmu? Coba renungkan sebentar deh, sudah pantas belum ya harga desain gue? Kemurahan nggak sih? Kalau kamu merasa harga desainmu kemurahan, mungkin sudah waktunya kamu merevisi ulang tuh. Gimana sih cara menentukan harga desain? Click here to find out how!

APA-APA SERBA CEPAT
Kalau dulu pas matkul DKV harus rebranding suatu logo perusahaan selama 1 semester. Sekarang di dunia kerja bisa-bisa dikebut jadi cuma 1 bulan saja. (note: Bukan yang 1 logo kelar 1 hari!) Lho, bukannya makin lama proses pembuatan branding berarti makin bagus? Well, sayangnya tidak semua client mengerti itu. Ada yang mau mengikuti timeline kamu, ada juga yang 'karena suatu hal' butuh cepat. Selama harganya OK, siap-siap deh begadang 'hajar bleh'. Tapi ingat, tidak semuanya harus kelar 1 bulan, komunikasikanlah dengan calon client bahwa untuk membuat desain yang bagus membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk research, brainstorm, sketsa, revisi dan lain-lainnya. Jika kamu sudah menjabarkan ini semua dengan jelas dan efisien pada awal pertemuan, semestinya client akan lebih paham kenapa 1 desain membutuhkan waktu 'selama' itu.

HARUS SERBA BISA
Ahh coba saja dulu ada yang cerewetin Geetha untuk lebih banyak explore berbagai bidang. Sekarang lulusan DKV/non DKV yang berprofesi desainer grafis ada banyaaaaak sekali! Supaya bisa bertahan, tentu kamu tidak bisa biasa-biasa saja dong? Jika kamu punya beberapa skill lain seperti photography, ilustrasi, web design atau lainnya itu akan menjadi nilai plus = prospek lebih bagus. Ada tapinya nih, jangan maruk mau hajar semua juga. Buat apa mengaku bisa ini itu tapi serba nanggung? Minimum ada 1-2 skill lain tapi di level menengah-advanced sudah oke banget tuh ~

SABAR TANPA BATAS
Gimana nggak mulianya profesi ini: sering dikira 'tukang desain' lah, harga desain udah mepet masih ditawar lebih murah tapi banyak maunya lah, revisi last minute dan harus kelar besok pagi lah, mati lampu pula pas detik-detik mau menyerahkan desain (versi ekstrim). Hal-hal seperti ini akan menjadi makananan sehari-harimu. Tiap proyek desain pasti ada 1 kisah yang menarik walau pun sudah buat timeline serapih mungkin. Graphic designer is a problem solver, you've got to figure it out every issue you're dealing with. Kuncinya: sabar aja broh, itu dia seninya. Buktinya nggak kapok kan? ^^

DISIPLIN
Sebetulnya profesi apa pun harus selalu bisa on time. Di bidang desain grafis, keterlambatanmu menyerahkan file desain bisa saja merugikan banyak pihak dan banyak uang seperti telat cetak padahal sudah terlanjur bayar promo/media dan harganya tidak murah… Tidak ada hal yang lebih memalukan daripada itu. So, please buang jauh-jauh deh rasa moody dan galaumu untuk sementara sampai kerjaan sudah selesai. Kariermu yang jadi taruhannya, maka jadilah seorang desainer grafis yang profesional.


Punya tips lain untuk calon desainer grafis, #Geether? Share yuk pada komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Senin, 05 Januari 2015

Trend Warna Tahun 2015: Marsala



Bagaimana tahun baruannya kemarin, #Geether? Geetha harap semuanya menyenangkan ya! Trend warna tahun 2015 ini ialah Marsala. Siapa sangka karena tahun-tahun sebelumnya yang dipilih ialah warna-warna cerah seperti Radiant Orchid. Sebetulnya warna Marsala itu jatuhnya warna apa sih? Cokelat? Merah bata? Apa yang menginspirasikan Leatrice Eiseman, executive director dari Pantone Color Institute, untuk menentukan warna Marsala tahun ini?


“Much like the fortified wine that gives Marsala its name, this tasteful hue embodies the satisfying richness of a fulfilling meal, while its grounding red-brown roots emanate a sophisticated, natural earthiness. This hearty, yet stylish tone is universally appealing and translates easily to fashion, beauty, industrial design, home furnishings and interiors.”

Tertarik untuk menggunakan warna nuansa Marsala pada salah satu desainmu? Pastikan sesuai dengan design brief-nya ya. Jangan hanya karena lagi trend, bukan berarti bisa kamu asal jebret pakai begitu saja biar dianggap ikut trend loh :| Tidak ada salahnya sama sekali ikut-ikutan memakai elemen grafis yang lagi nge-trend, selama 'klik' dengan design brief ya why not?




Apakah kamu sudah mulai mendesain dengan nuansa Marsala, #Geether? Share yuk pada komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Jumat, 10 Oktober 2014

Inspiration: Delicious Food Logos #1



Yeah, inspiration kali ini bertemakan logo makanan! Geetha sengaja beri nomor #1 karena kemungkinan di beberapa post berikutnya akan share tentang makanan lagi, who knows? ^^ Jujur saja, Geetha agak kesulitan untuk memilih 10 logo dari pinterest dan behance karena banyak banget yang keren dan kreatif. Itulah mengapa Geetha akhirnya memutuskan untuk bikin berseri saja dari pada bingung, hehehe.

Sepertinya trend tahun 2014 ini hingga tahun depan masih didominasi oleh tema minimalis, lettering, modern. Sangat menarik perhatian, walau pun terkesan simpel tapi pasti proses mendesainnya memakan waktu yang tidak sebentar. Minimalis bukan berarti 'minimales'. Semoga inspiration ini bisa membantumu memberikan referensi ketika mendesain logo makanan ya. Let's get inspired, shall we?

Frankies Fine Foods by Yerevan Dilanchian




Great Tasting Jobs by SEK & GREY Helsinki + Esa Hallanoro


Waffe by A Friend Of Mine




Este Oeste by Goma


Masala Darbar by Jekin Gala


Hefty's Burgers by Jake MacDougall


Foodmakers by Natalia Lachiewicz (Twice)


Curry Up Now by Design Womb


Untuk inspiration lainnya bisa cek di sini.
Bingung cara mendesain logo? Simak tipsnya di sini.

Nah, inspirasi logo tema apa yang ingin Geetha share pada post berikutnya? Komen di bawah yes~

Senin, 25 Agustus 2014

"How to Start A Blog" Workshop (Jakarta)



Sebagai desainer grafis (mau freelancer/kantoran) minimum kamu harus punya website pribadi. Umur socmed dan sejenisnya enggak ada yang tau. Inget nasib Friendster? Myspace? Umurnya enggak lama kan?
Padahal kita udah capek-capek ngumpulin followers/friends. Kalo model tumblr/deviantArt gimana? Sama juga. Idealnya desainer tidak hanya mengandalkan socmed belaka untuk memajang portfolio atau untuk menarik perhatian calon client.

Seperti yang pernah Geetha bahas tips blogging untuk desainer grafis di sini, selama internet dan search engine masih ada di bumi ini, blog adalah salah satu jawabannya. Mereka masih akan berumur panjang kok. Blog juga merupakan salah satu media yang bagus untuk mempererat engagement dengan visitor, follower hingga calon client. Kamu merhatiin enggak? Kalo rata-rata desainer/fotografer luar yangg belum dikenal/udah dikenal banyak mereka tetap aktif nge-blog? See, mereka enggak cuma ngandelin socmed aja ~

Walah, masih ragu juga?







Tenang, Geetha akan menjawab semua mitos-mitos tentang blogging yang selama ini mungkin membuat kamu maju-mundur dalam nge-blog ~

Geetha dan Smithies mengajak kamu yang masih bingung cara nge-blog untuk para creatives (desainer grafis, fotografer, anyone!) untuk ikutan workshop pada tanggal 30 Agustus, Sabtu ini ^^ Setelah sukses mengadakan workshop "Photoshop for Bloggers" tempo hari, kali ini Geetha akan share tips "How to Make a Blog (for creatives)" ~





"HOW TO START A BLOG" WORKSHOP
Saturday, 30 August 2014 At LIMA CAFE, PIK (JAKARTA)


Topik-topik yang akan di bahas:
- Apa itu blog dan bagaimana cara menentukan konsepnya?
- Setting up wordpress/blogspot
- Apa itu domain? Apa itu hosting?
- Cara membuat post yang baik?
- Cara mempromosikan blog yang efisien?
- Bagaimana cara memasang widgets pada blog?
- Bagimana cara mendesain dan membuat blog tampak menarik?

--> Admission fee (INCLUDING LUNCH AND GOODIE BAG): IDR 300k
--> For those who does not have Adobe Photoshop, please download free trial 1 or 2 days before class.
--> What to bring: your own laptop with a charger (mouse / wacom if you need it), and stationery for taking notes.
--> Important: Seats are limited, first come first serve only. Tickets are non refundable.
--> Don't forget to bring your business name card, you'll never know who you're going to meet!
--> Don't be late.

RSVP: 0817716444 / hellosmithies@gmail.com
Atau beli di sini




Kata siapa kalo mau ikut workshop kudu yang kaku dan serius dalam suasana ruangan 'kantoran'? Tidak kalo di sini. Berikut foto-foto kegiatan teman-teman pada workshop Smithies 'Photoshop for Blogger' yang telah diadakan beberapa minggu yang lalu ~





Photos courtesy of Smithies

What are you waiting for, #Geether? Are you ready to get inspired to make a blog? See you there ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Kamis, 31 Juli 2014

Tips: Dokumen Untuk Desainer Grafis



Dokumen-dokumen yang umumnya digunakan oleh para desainer grafis ini, tak hanya akan membuatmu terlihat profesional juga akan memudahkan dan melindungi dirimu. Secara tidak langsung bisa dibilang, dokumen-dokumen berikut ini adalah suatu keharusan tidak masalah apakah mau masih newbie, mahasiswa hingga yang sudah banyak jam kerjanya. Desainer grafis tidak hanya dituntut untuk bisa berkarya dengan desain yang oke, tapi juga harus mengerti cara bekerja dengan profesional dan melindungi dirinya sendiri (desain, pembayaran). Susahkah untuk membuatnya?

Jangan khawatir, berikut Geetha dokumen yang wajib kamu siapkan untuk jasa desainmu. Semua dokumen di bawah ini sudah diurutkan berdasarkan proses desain.

01. PRICE LIST
Buatlah price list selengkap mungkin dalam 1 file PDF. Kamu bisa menawarkan beberapa paket (branding, with website, with photography) atau a la carte (ketengan, misal: desain kartu nama saja). Dengan adanya price list ini, kamu jd praktis tidak perlu repot ketik-ketik setiap ada yg menanyakan harga jasa desainmu. Note: untuk paket desain tertentu biasanya harganya bisa berubah berdasarkan tingkat kesulitan, penambahan item dan lain-lain. Maka di sini kamu bisa tambahkan: start from Rp. X.000.000. Jangan lupa tambahkan footer note di bawahnya: *harga sewaktu-waktu dapat berubah, sehingga calon client sudah tahu dari awal.

02. PROCESS
Kalo ditanya client, "Berapa lama sih selesai logonya?" Bagaimana cara terbaik untuk menjawabnya? Setelah calon client sreg dengan hargamu, kirimkan process sheet supaya calon client tahu detail tiap proses dan lama pengerjaan logo tersebut. Misal: brainstorming (1 minggu), sketsa (2 minggu), tracing logo ke laptop/komputer (5 hari) dan seterusnya. Process sheet berguna banget supaya client tidak berasumsi kamu membuang waktu lama hanya untuk mendesain logo yang 'cuma gitu doang'.

03. SURAT KONTRAK KERJA (SKK)
SKK adalah penyelamat nasib sang desainer dan client. Tidak peduli kamu bekerja pada siapa termasuk saudara atau teman sendiri, kamu tetap membutuhkan SKK. Kenapa? Tak jarang hubungan dengan saudara atau teman menjadi bermasalah karena tidak adanya hitam di atas putih, semuanya dikalahkan oleh 'enggak enakan', ego mau menang sendiri dan lain-lain. Baca detailnya di sini. Siapa pun client-nya, tetap gunakan SKK. Sehingga jika ada kemungkinan hal-hal buruk yang mungkin terjadi seperti jumlah revisi yang tak terhingga, timeline deadline yang dirubah-rubah hingga pembatalan proyek... maka SKK inilah yang akan melindungimu dan mempertegas profesionalisme dalam proyek desain ini. Maka kamu pun tidak akan dirugikan. Apa saja sih isi dari SKK itu? Umumnya SKK berisikan: terms & condition tentang cara pembayaran, jumlah revisi, denda pembatalan dan lain-lain. Masih bingung gimana cara buatnya? Kamu bisa liat contoh-contohnya di sini (bahasa Inggris).

04. DESIGN BRIEF (KUESIONER)
Design brief sangat menentukan hasil akhir logo. Design brief biasanya berisikan kuesioner yang menanyakan: target audience, siapa saja kompetitornya, goal, budget, project, apa yang membuat client berbeda dengan pesaing, dan lain-lain. Jangan pernah sepelekan kuesioner ini. Referensi design brief bisa dilihat di sini.

05. INVOICE
Biasanya invoice (tagihan) diberikan kepada client 2 kali, yaitu pada saat bayar DP 50% di depan dan pelunasan 50% sisanya pada akhir process baru serah terima file dan produk desain. Tidak ada peraturan khusus tentang DP, jadi kamu bisa pakai yang 50-50%, 20-30-50% atau lainnya. Invoice bisa dikirim via e-mail dalam format PDF atau di print out ketika bertemu langsung dengan client. Lain waktu Geetha akan khusus membahas tentang ini ^^


Masih ada yang belum paham? Dokumen mana yang ingin Geetha bahas pada post berikutnya? Jangan lupa baca tips desain grafis lainnya di sini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Senin, 28 Juli 2014

Inspiration: Amazing Magazine Covers #1


Magnificent, issue 6

Siapa di sini yang suka baca majalah? Geetha suka banget baca majalah entah itu majalah desain, life style, fashion & make-up, travel, makanan dan lain-lainnya. Tak hanya artikel-artikelnya, layout, photography dan typography yang menarik dalam suatu majalah bisa menjadi daya tarik yang bisa membuat kita jatuh hati dan terus membelinya.

Tema pada inspiration kali ini adalah 10 cover majalah yang keren dan kreatif. Makin ke sini, semakin berani, semakin 'design out of the box' seperti: nameplate yang ditulis dengan style lettering (customized, tidak terpaku dengan penggunaan font), di crop mencar sana-sini sehingga membuat pembaca menebak-nebak apa nama majalah tersebut, hingga penggunaan properti foto sebagai cover lines dan lainnya.

Siapa tahu kan, cover-cover ini membantu memberimu inspirasi dalam mengerjakan tugas typography, editorial design atau kerjaan layout dari client? ^^ Check these out~


Cincinnati, 'Where To Eat Now' issue


Texas Monthly, 'The 50 Best BBQ in The World' issue, designed by T.J. Tucker


IL, invisible man by Liu Bolin


Interview, February 2012 issue


Wallpaper, September 2013 issue


Esquire (Malaysia), starring Philip Seymour Hoffman


Print, 'CYMK' issue


Ino (school project), by Lionel Melchiorre


Fiasco, issue 21, doodled by Hattie Stewart + designed by Hope Von Joel


Cover majalah mana yang menurutmu paling keren? Keep inspired dengan follow Pinterest Blog Tips Graph Design di sini.


Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Jumat, 18 Juli 2014

Perbedaan Grafis Vektor Dan Bitmap



Hingga hari ini Geetha masih melihat salah satu kesalahan terbesar dalam desain grafis yaitu menggunakan format gambar dalam basis raster untuk di-print/save bentuk PDF. Sangat disayangkan karena ini merupakan faktor penentu hasil akhir pada suatu desain, terutama logo. Percuma saja mendesain logo sekeren apa pun kalo di save dalam format yang tidak semestinya. Beda format, beda hasil. Kenapa bisa begitu?

APA ITU VEKTOR
Gambar vektor adalah sebuah formula matematis yang menghasilkan bentuk serangkaian titik terhubung dengan garis-garis lurus atau kurva. Tipe-tipe file vektor seperti EPS, AI dan PDF sangat sempurna untuk digeser, diputar, diisi atau diperbesar dalam ukuran berapa pun tanpa akan kehilangan ketajaman resolusi. Software yang bisa digunakan untuk mendesain vektor 2 dimensi adalah Adobe Illustrator dan CorelDRAW. 

APA ITU BITMAP
Gambar bitmap/raster terbuat dari pixel dan titik-titik berwarna. Tipe-tipe file britmap ialah JPEG, GIF dan PNG. Semakin kecil dan semakin dekat titik-titik tersebut, maka semakin jelas gambar tersebut terlihat. Sebaliknya jika gambar itu diperbesar, maka akan menjadi tampak kasar dan pixelated (gambar menjadi kotak-kotak yang pecah) dan buram. Gambar grafis berbasis bitmap kerap ditemukan pada website (tertampang pada monitor). Software yang bisa digunakan untuk mendesain dalam format bitmap adalah Adobe Photoshop, GIMP, Inkscape dan lainnya.

KELEBIHAN & KEKURANGANNYA
Vektor:
+ Bisa di perbesar dalam ukuran apa saja tanpa membuat resolusi pecah.
+ Bisa di cetak dalam ukuran berapa pun tetap dengan resolusi yang tajam.
+ Mengambil disk space lebih sedikit, sehingga loading-nya lebih cepat di komputer.
- Tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap.

Bitmap:
+ Bisa memberikan efek (filter, brush, action) pada gambar/foto.
+ Ideal untuk mengoreksi gambar/foto hingga melakukan manipulasi foto.
- Tidak bisa di perbesar dalam ukuran apa saja karena akan membuat resolusi pecah.
- Mengambil disk space lebih banyak, sehingga loading-nya lebih lambat di komputer.

YANG TERBAIK?
Jika kamu mau mendesain logo, packaging, layout atau sejenisnya yang untuk di-print/PDF, gunakan vektor. Jika kamu membuat photography atau keperluan untuk pada tampilan website (misal: pajang portfolio, mockup, logo), gunakan bitmap.

Topik desain grafis apakah yang ingin dibahas pada post berikutnya? Apakah kamu punya ide atau pertanyaan lain? Silakan komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Rabu, 10 April 2013

IHOD Brand Re-Design: Process Board


Left to right clockwise: Image 1 // 2 // 3 // 4 // 5 // 6

With every brand design, there has to be the starting point of inspiration. A spark or strand of ideas that the designer or brand client connects with. I wanted to share with you all, a sneak peek at my own personal inspiration color board that started the re-branding process of IHOD:) I will always be a lover of bold color, but since my posts are already so heavily saturated with color, I decided it was time to scale back in the logo colors. I have four interchangeable colors that will be used throughout the site,  but the logo is black and white!

Can't wait to reveal the look and share more of the steps I took in the re-branding process as well as why I am switching to wordpress! Stay tuned:)


P.S. Giving away some goodies on the facebook page in honor of launch week! 

Senin, 01 April 2013

April 1st Fresh Picks


Image 1 // Image 2
Citrus Print // Necklace // Shoes // Plates

___________________________________

With Easter came little signs of new life surrounding us.
Its a sunny warm day in Atlanta, the birds are chirping, and the trees blossomed in our neighborhood. I think there is a reason for the seasons....anyone else almost lose it in March?? ;) How was your Easter? I shared a few snapshot recaps on instagram. Early sunrise Mass, a pig roast, and sugar meltdowns were highlights;) My family arrives today from St. Louis so we are anxiously awaiting their arrival.

Stay tuned for an exciting week here on IHOD (you won't want to miss tomorrow's giveaway) and the new site launch!

Parenting Tip: 7 Ways to Complement Computer Games and Unleash Your Child’s Creative Genius

Even though we may enjoy playing them ourselves, many parents worry about the impact of computer games on their child’s development. We fear...