Selasa, 27 Oktober 2015

6 Kebiasaan Desainer Grafis Sukses



Tanya: Selamat siang Geetha, saya penasaran. Gimana cara para desainer grafis yang namanya udah besar itu bisa sukses dalam industri ini? Apa saja yang mesti dilakukan selain punya desain yang 'keren'?

Jawab: Sukses kaya gimana dulu nih? Sukses terkenalnya apa sukses menghasilkan banyak uang dari desain? Hehehe. Geetha asumsi sukses dari segi keuangan yang banyak ya. Obviously lah kita butuh uang untuk bertahan hidup, alangkah senangnya jika bisa menghasilkan banyak uang dari passion yang kita sukai yaitu: desain grafis. Berikut 6 kebiasaan yang bisa kita terapkan dari kebanyakan desainer grafis sukses:

01. STAY CREATIVE
Sense kreatif tiap orang beda-beda. Ada orang yang kayanya di saat kesempatan adaaa aja ide dan konsepnya kreatif semua tanpa perlu usaha apa-apa, sedangkan kita boro-boro... Alasannya? Nunggu mood dulu lah, alhasil pas udah detik-detik terakhir last minute baru kelabakan. Hasil akhir desain pun jadinya seadanya saja. Sayang banget, kalo udah gini yang rugi siapa? Kalo kerja nunggu mood dulu wah duit nggak bisa nunggu lho.

Ingat: Mood bisa diciptakan dan dibiasakan. Jangan cuma ngedesain pas lagi ada job aja, pancing sense kreatifitasmu disaat lagi lowong dengan membuat desain fiktif. Seiring waktu, nanti skill, sense dan taste design kamu semakin terasah dan 'matang'. Jadi kapan pun ada kerjaan desain lagi, kamu akan lebih well-prepared. Nggak ada lagi deh kerja mesti nunggu mood dulu. Schedule lebih terstruktur, nggak perlu kelabakan last minute lagi.

02. BUAT SCHEDULE
Mau hidup lebih terorganisir? Ya buat schedule. Ada schedule aja masih suka melenceng dari rencana, gimana kalo nggak ada. Ngerti sih, punya jiwa seni maunya suka-suka gue tapi kan, kamu seorang desainer grafis = berkarya buat nyari duit. Schedule ideal tiap individu beda-beda ya, silakan coba beberapa cara untuk menentukan yang paling ngefek di kamu.

Kalo Geetha, sebelum memulai bekerja di pagi hari, Geetha biasanya membalas semua e-mail (biasanya memakan 15-20 menit). Lalu Geetha berlanjut ke social media terlebih dahulu (FB, Twitter, Pinterest dan Instagram). Tidak semua post akan di publish saat itu juga, sebagian Geetha set publish on schedule pada jam-jam tertentu sehingga tidak akan mengganggu konsentrasi kerja nantinya. Ini memakan maksimum 30 menit. Lalu, baru deh mulai bekerja. Walo Geetha kerja sendiri, Geetha sudah fixed menentukan jam kerja dari jam 09.00-17.00. Lewat dari itu, semua pekerjaan dan e-mail akan dilanjutkan keesokan harinya.

Karena sudah terbiasa punya jam kerja seperti ini, otomatis otak juga sudah terbiasa untuk 'dipaksa' mikir pada jam kerja. Dulu sih sebelum nikah jam kerja suka-suka, sejak jadi istri mana bisa begitu lagi hehehe. Karena itulah Geetha buat schedule biar hidup teratur dan rumah tangga juga terurus. So, dalam membuat schedule jangan sampai kamu mengorbankan kehidupan pribadimu juga ya!

03. RAJIN MENYICIL
Saatnya pisah sama SKS (Sistem Kebut Semalam) dan multitasking sekarang juga! SKS dan multitasking mungkin memang shortcut biar cepat kelar tapi sayangnya tidak bisa menghaislkan desain yang berkualitas. Mau fokus juga susah di jebret dan nyambi ini-itu. Dalam membuat schedule (point no. 2 di atas), penting bagimu untuk memecah beberapa bagian dari kerjaanmu. Let's say: hari ini kamu fokus research dan sketsa saja. Jadi kamu betul-betul bisa maksimal tanpa gangguan, tanpa terburu-buru dan panik dalam menyelesaikan task ini. Besok atau lusanya baru kamu move on to ke laptop/komputer untuk scan sketsa desain misalnya. Dijamin, kualitas desainmu jadi poll maksimal dan berkualitas jika dicicil begini karena kamu bisa FOKUS.

Jangan pernah ngerjain proyek yang paling gampang dulu. Simpan yang gampang-gampang untuk jam siang sampai sore nanti, yang di mana mood udah mulai ngedrop/capek. Karena kalo nggak gitu, berat banget dong pas lagi nggak mood ngerjain task yang paling berat kan...

04. KONSISTEN
Wajar saja kalo kamu moody mengerjakan sesuatu, ujung-ujungnya kariermu 'gitu-gitu' aja. Sukses nggak jadi dalam semalam, nggak akan jadi kalo kamu ngerjain sesuatu cuma setengah-setengah/sekali-sekali aja. Seperti yang udah Geetha bahas di point no. 2 dan 3 di atas barusan, konsisten itu paling susah karena suka banyak gangguan/godaan. Nah dengan menyicil task dan membuat schedule, seharunya akan lebih membuat mudah to stay on track.

05. SERING REFRESHING
Loh kalo sering refreshing kapan kelarnya? Haha, maksud refreshing di sini ialah, kamu jangan mengerjakan sesuatu non stop berjam-jam depan layar komputer/laptop tanpa jeda sekali pun. Percuma.. nggak akan efektif juga. Mata capek, otak 'berasap', punggung pegal. Nggak sehat juga. Buat apa nyari uang banyak dari lembur-lembur atau kerja non stop tapi ujung-ujungnya uangnya habis dipakai untuk berobat juga?

Selain itu, kalo nggak ada jeda kamu bisa rentan mentok/mandek ide nantinya. Wajar juga kalo nanti ada rasa bosan. Suntuk dan mentok ide? Tinggal ngabur ke kafe, atau ketemu teman-teman supaya tidak jenuh. Gadget aja bisa panas dipakai terus-terusan apalagi tubuh kita. Justru dengan kamu menjauh sementara dari komputer/laptop/buku gambar, kreatifitas dalam otakmu jadi ada kesempatan untuk berkembang.

06. PRODUKTIF
Desainer grafis sukses, mereka tidak hanya sibuk di saat dapat kerja saja. Mereka meluangkan waktu untuk hobi atau minat yang lain. Skill, taste dan kreatifitas itu bisa terjadi karena terbiasa di asah di saat santai juga, tidak melulu di bawah tekanan (deadline). Apalagi sekarang desainer grafis kalo cuma bisa di bidang branding, print gitu aja... ya susah lah karena saingan ada ribuan hingga ratusan ribuan, unless kalo desain kamu buaguuuuussssss banget boleh lah sombong sedikit cuma mau bertahan di satu bidang (di desain). Kalo mau survive mesti ada kelebihan yang lain juga.

Memang blog ini mainly focused on desain grafis, tapi Geetha sangat merekomendasikan kamu untuk mengasah skill lain di luar ini misal: packaging, website, aplikasi, game, illustrasi, fotografi atau sejenisnya. Take it easy, jangan terlalu membebani diri sendiri harus jago ini, jago itu. Let it flow, fokus 1 atau 2 kelebihan lain tapi betul-betul berkualitas daripada kamu jebret semua dan nggak ada yang bagus. Kualitas mengalahkan kuantitas. Dan, ingat: juga mesti sabar dan banyak berdoa. Karena campur tangan Tuhan-lah yang membuat ini semua berhasil. Geetha sendiri juga masih struggle untuk bisa jadi desainer grafis yang sukses. Tidak ada kata terlambat kok. So... See you on top! ^^

Siapakah desainer grafis favoritmu saat ini? Apakah kamu jadi termotivasi ingin seperti dia? Yuk kita saling share pada komen di bawah ini!

Rabu, 21 Oktober 2015

Free Font: Monthoers



CREDIT:
Designed by: by Agga Swist'blnk.

Monthoers is the latest version of Rochoes typeface that I have made almost a year ago. Monthoers is Free for Personal / Commercial use.









Ingin mengunduh resources lainnya? Please check here ~

Selasa, 20 Oktober 2015

Inspiration: Teavana Packaging By Melia Tandiono



CREDIT:
Designed by: by Melia Tandiono.

The new Teavana will provide quality at your fingertips. By integrating simple design, this new approach will highlight Teavana's ingredients, while keeping convenience in mind. The product is designed to ease the lengthy tea making process, therefore making it possible for busy individuals to enjoy a healthy loose-leaf tea and experience instant quality








Untuk post inspiration yang seperti ini, please check here ~

Jumat, 02 Oktober 2015

Friday Faves: 2.10.15



Cara mendesain yang menggunakan rumus golden ratio.

Berapa sih gaji seorang fresh grad di bidang kreatif?

Ini dia pendapat para desainer grafis tentang logo Google yang baru.

Ini lho kenapa tiap proses desain bisa memakan waktu yang nggak sebentar.

Butuh bantuan dalam memilih font? Klik di sini cara membedakannya.

27 app favorite desainer.

10 hal yang desainer grafis benci dengar dari client.

Apa yang telah saya pelajari di saat mendirikan desain studio.

Tertarik untuk membuat blog dengan niche desain grafis? Pastikan kamu udah baca 10 tipsnya sebelum memulainya.



IMAGE:
Still life photography by The Taable

Baca juga kumpulan link-link inspiratif pada kolom Friday Faves di sini.

Sabtu, 26 September 2015

Inspiration: Pizza Presto Branding By Amanda Berglund



CREDIT:
Designed by: by Amanda Berglund.

A fictional pizzeria rebranding concept. Pizza Presto is a breakfast pizzeria where you can get yourself a slice of pizza and coffee on your way to work. The graphic profile and the pattern are inspired by the colours of a sunrise, the sizzling sound of bacon, orange juice and fried eggs.

See? Untuk mempunyai portfolio yang 'bagus', nggak melulu cuma bisa mengharapkan nasib dapet client 'besar'. Kamu bisa start membuat desain fiktif, seperti Amanda ini. Nggak masalah kok buat desain 'ala-ala' asal di keterangannya kamu cantumkan kalo ini desain fiktif ya.









Untuk post inspiration yang seperti ini, please check here ~

Senin, 07 September 2015

Inspiration: Assaggi Restaurant Branding by Studio Hausherr



CREDIT:
Designed by: by Studio Hausherr.

We wanted to support the approach of the Restaurant to serve simple yet delicious Italian standards. It was important for them to stand out and not have an ordinary restaurant design. We gave the whole project the classic 70s and 80s gigolo theme. With its signature cars and dress mens. The menu card is printed on pink newspaper, referring to the "La Gazzetta dello Sport", Italys' most most famous sports newspaper.









Untuk post inspiration yang seperti ini, please check here ~

Rabu, 26 Agustus 2015

10 Cara Dan Tips Promosi Diri Desainer Grafis



Jadi desainer grafis nggak cukup dengan cuma bisa mendesain yang bagus, keren, kreatif begitu aja. Kalo nggak ngerti cara mempromosikan diri sendiri ya sia-sia, sama aja bohong.
10 cara dan tips promosi diri desainer grafis di bawah ini sudah Geetha terapkan sendiri bertahun-tahun. Semua terbukti efektif, efisien dan nggak mesti ngemis-ngemis perhatian di akun social media/website orang lain (tanpa harus nge-spam). Perlu diingat, ini nggak langsung sukses sehari semalam ya.

Geetha tekankan kamu untuk fokus kualitas daripada kuantitas. Kalo promonya ngotot tapi kualitas portfolio kamu kurang greget juga ya, kamu susah dapet client idaman (bukan menantu idaman ya). Berikut 10 cara dan tips promosi diri desainer grafis ~

1. SIAPkan personal branding
Sebelum memulai, kamu HARUS sudah punya brand tentunya, setidaknya kalo baru memulai kamu ingin di mempromosikan diri seperti 'siapa, apa, bagaimana'. Siapa target audience-mu? Lalu jasa desainmu start dari harga berapa? Kalo sudah menentukan, then it's time to start designing.

Yang mesti kamu desain: logo pastinya, kartu nama, letterhead, amplop, CD, folder/map, CV (Curriculum Vitae), portfolio (akan di bahas lengkap di bawah), proposal (dibahas di bawah). Desain lah sebagus-sebagusnya dan kreatif! Kerahkan semua energimu di sini. Inspirasi personal branding design bisa kamu cek di sini.

2. portfolio
Penting banget, penentu nasib seorang desainer grafis. Juga penentu gaji/fee, besarnya proyek dan pengalaman. Buatlah portfolio online dan offline. Ingat: pilihlah yang terbaik! Nggak usah pasang semua kerjaanmu ya. Jangan pernah pasang lebih dari 12 desain.

Kalo online kamu bisa pajang misalnya di Creasi dan social media (Facebook, Twitter, Instagram). Yang Geetha suka dari Creasi, di sini tempatnya semua orang kreatif mencari kerja. Mulai dari desainer grafis hingga dancer semua majang portfolio-nya di sini. Di mana lagi bisa nemu wadah khusus orang kreatif kaya gini? Tiap hari lowongan kerja juga rutin di update lho, nggak usah pusing-pusing lagi deh nyari tempat lowongan kerja. Selain upload di Creasi, pajang juga di website pribadi (more on that below) dan versi PDF.

Kalo versi offline-nya, simak di sini bagaimana cara membuatnya. Memang sih tidak semua client/perusahaan konvensional yang mengharus kita pakai portfolio yang di print. Tapi tahukah kenapa Geetha tetap menyarankan kamu untuk print portfolio? Di era digital seperti ini, di mana orang-orang udah cuma ngandalin online saja, versi print meninggalkan first impression yang bertahan lama karena 'feel-nya beda' dan paling menonjol di banding pesaingmu yang lain (yang pakai pdf, website aja). Nggak ada salahnya dipersiapkan dari sekarang, karena kamu nggak akan tahu kapan akan dipanggil untuk interview.

Belum punya pengalaman? Belum pernah dapat job? Nggak masalah, kamu bisa pertimbangkan untuk membuat desain fiktif untuk memulainya, di sini caranya.

3. website DENGAN DOMAIN SENDIRI
Walau pun kamu sudah upload portfolio terbaik-mu di social media, jangan lupakan juga website-mu sendiri. Isilah dengan portfolio terbaikmu ya.. yang kamu suka dan bangga tentunya. Lalu, selain itu masukkan juga: about (deskripsi tentang kamu, kelebihannya apa, megang apa aja), contact (ya iya lah). Minimum dua itu deh yang harus diisi duluan, sisanya bisa belakangan. Kamu bisa juga masukkan price list untuk memudahkan dan langsung menargetkan audience.

Kalo kamu memang sudah siap untuk mengambil langkah lebih besar dalam mengembangkan bisnis/promo desainmu, langkah berikutnya ialah mendaftarkan domain website-mu. Jangan biarkan website-mu masih pakai embel-embel seperti ini --> namablog.blogspot.com atau namablog.wordpress.com! Mempunyai website dengan domain sendiri berarti juga kamu akan dianggap lebih serius oleh calon client.

Kalo nggak ngerti nge-desain website, kamu bisa hire web designer atau.. pake template/theme yang paling simpel/minimalis aja, works every time. Karena kalo yang terlalu njelimet, website susah di akses dan membingungkan bagi calon client. Bayangkan kalo calon client-nya bingung dengan tampilan website-mu, bisa-bisa dalam hitungan detik website-mu udah di close aja ama dia. Yang rugi siapa?

4. NETWORKING
Sesibuk apa pun kamu, coba sesekali luangkan untuk datang ke beberapa event/workshop/komunitas. Di sana kamu bisa memulai berkenalan dan networking, jangan lupa... siapin kartu nama! Di zaman era serba digital ini, kartu nama belum mati. Seperti yang udah Geetha bahas di poin nomor 1 tadi, kalo kamu udah siapin personal branding design dari jauh-jauh hari, ya nggak perlu kelabakan lagi tiap mau ada event tinggal di bawa aja deh dalam tas.

Keunggulan punya koneksi di bidang yang mirip (kreatif): bisa saling support, kalo ada yang lagi butuh job di saat kita lagi kebanjiran kita bisa oper job-nya begitu juga sebaliknya. Bukan nggak mungkin di saat salah satu dari kalian dapet projek yang membutuhkan banyak tenaga kerja: kamu jadi tim desain grafisnya, si teman jadi photographer-nya, lalu si teman satunya jadi apanya lagi. Enak kan bisa team up dan kolaborasi bareng? Rezeki dapetnya barengan juga ^^

Lalu, jangan cuma mentok datengin komunitas atau event desain grafis/bidang kreatif aja ya. Karena calon client nggak melulu main ke komunitas desain/kreatif. Intinya, berbicara dan bergaullah dengan banyak orang. Sering juga kamu dapet cient dari tempat yang nggak di duga-duga, misal di bengkel. So yup, kartu nama is a must in your wallet.

5. numpang tenar
Kamu bisa coba menjadi guest blogger di 1 atau 3, 4, 5 blog desain grafis atau sejenisnya yang sudah terkenal di dalam atau di luar negeri (kalo luar negeri berarti wajib fasih English). Bisa dengan menulis artikel yang berhubungan dengan desain grafis dan membuat tutorial. Dengan jumlah visitor, follower dan pageviews yang banyak tiap harinya...bisa bayangkan ada berapa yang meng-klik website-mu yang biasanya dipajang di akhir blog post tersebut? Tapi jangan jadi ghost blog writer ya, karena sama aja bohong kamu nggak bisa nyantumin nama dan website-mu.

Kamu juga bisa salprom (saling promo) dengan rekan-mu di social media dan blog (kalo ada). Dia promoin jasa desain grafismu, kamu promoin usaha katering dia misalnya. Bahkan, kalo kamu orangnya berani ngomong di depan orang banyak di depan umum, kamu bisa pertimbangkan untuk menjadi guest speaker di suatu even/workshop. Pokoknya dengan menumpang tenar gini rumusnya harus: win-win solution. Enak di kamu, enak di mereka.

6. Be Creative, Different and unique
Lulusan DKV ada banyak bener, belum lagi yang self-taught desainer grafis... Wuih nggak keitung ada banyak bangeeeet! Kalo kamu 'cuma' jualan jasa desain grafis aja, unless it's really GOOD ya susah kalo mau cepat dilirik sama client-client dambaan, idaman dan impianmu. Dengan kompetitor yang sejibun, kamu harus berusaha menonjol dari yang lain. Secara desain grafis udah sangat pasaran, jadi ya kamu harus bertindak lebih dari ini. Apakah kamu juga bisa mendesain untuk packaging? Website? App untuk mobile? Bisa? Awesome! Belum bisa atau belum jago-jago amat? Nggak apa-apa, masih bisa jalan sambil asah skill kok (ikut kursus offline, online). Jadi di luar desain grafis, kamu juga bisa handle di bidang lain juga. Jadi nilai plus deh :)

7. Kirim Proposal
Kadang kita nggak selalu yang di kontak duluan oleh calon client, tapi kita juga yang harus inisiatif yang 'nyolek' calon client duluan. How? Sebelumnya, siapkan template proposal. Tiap client yang berpotensi tentu kan beda-beda kebutuhannya jadi kalo udah ada template enak, tinggal rombak yang perlu-perlu aja. Siapa aja yang bisa dikirimin proposal? Ke 'client idaman', misal: resto, kafe, sekolah, perusahaan, clothing line, up to you, yang ada di daerahmu, di Indonesia bahkan ke luar negeri. Kalo kamu tertarik, bisa juga coba kirim proposal ke agensi.

Proposal bisa di print dan via e-mail. Kalo via e-mail idealnya save as pdf. Layout harus simpel aja nggak usah terlalu di macem-macemin karena client inceran-mu itu fokusnya liat: 1. portfolio --> 2. harga --> 3. services. Yang mesti ada dalam proposal: About your company, services, portfolio, harga dan paket desain, dan timeline proyek. Jika kamu berminat Geetha ingin ngebahas khusus tentang ini, let me know! ^^

8. Aktif blogging / social media
Dengan rutin nge-blog, pembaca jadi tahu betapa 'ahli'nya kamu di bidang desain grafis. Nggak jarang juga yang tadinya cuma sekedar jadi pembaca di blog kamu, berubah jadi client. Enaknya lagi, kalo kamu udah rutin nge-blog dan udah tau mau di bawa ke arah mana, udah jelas niche-nya. Itu enak banget lebih gampang dapat client potensial yang sesuai dengan niche kamu. Misal: kamu kepengen fokus di bidang food and beverage, jadi pastikan 80% posting-an kamu isinya harus tema itu juga. Selain kamu bisa pamer semua kerjaan desain kamu yang di bidang food and beverage, bisa juga share referensi dan inspirasi desain di bidang food and beverage yang sesuai dengan style favorit-mu. 20%-nya apa dong? Ya random aja biar reader nggak bosan isinya 'itu-itu' melulu..bisa juga foto liburan. Sekalian latihan motret juga bisa dijadiin portfolio kan. Eits, jangan salah..blog kamu sendiri aja bisa dijadiin portfolio kok jadi please post and publish wisely.

Namun, nge-blog membutuhkan komitmen dan konsisten untuk selalu rutin posting dan menghasilkan content yang bermutu. So, kalo kamu emang nggak nyaman dengan nge-blog. Kamu bisa rutinin update di social media seperti FB Page, Twitter dan Instagram. Yang bisa di publish: kerjaan desain kamu yang sudah jadi, behind the scene/working in progress, random (sesekali selingan biar nggak bosan), inspirasi desain (jangan lupa tag dan mention owner-nya juga yah!), dan lain-lain.

9. PASANG IKLAN
Pernah dengar istilah "You have to spend money to make money"? Yup, itu berlaku dan efektif di bidang kreatif terutama di bidang desain grafis. Dari pada kamu nge-spam mention satu-satu orang di twitter, yang ada kamu kena block dan report! Atau nyampah di akun Facebook dan Instagram ala-ala online shop: "Cek akun kita kaka"... Hadeuh, udah tahun 2015 nggak banget lha kalo masih pake cara seperti ini..

So, sisihkan sebagian uang kamu untuk masang iklan.. Kalo baru mulai jalan jadi desainer grafis, silakan masang iklan secara online misal di Facebook Ads, Twitter (Twitter Ads, buzzer) atau Instagram karena harganya jauh lebih terjangkau ketimbang masang iklan di media cetak. Kecuali kalo kamu udah punya banyak networking dan kenalan yang sudah lebih dahulu mengenal jasa desain kamu, nggak usah buang-buang waktu deh..mending sisihkan saja sedikit uangmu untuk ngiklan.

Kalo budget mepet, satu-satu aja dulu misal Facebook atau Instagram dulu. Better than nothing lah. Kalo ada budget lebih, bisa sekalian pasang di google adsense. It's so worth it and definitely will save your time!

10. Sabar Dan Berdoa
Memang minggu-minggu pertama, bulan-bulan pertama itu berat. Belum tentu langsung 'laku'. Kadang cepet di panggil interview tapi abis itu udah, nggak dapet respon balik. Atau, udah presentasinya niat banget ke calon client, eh abis itu mereka nggak sreg untuk 'teken kontrak'. Well, emang nggak mudah tapi bukan berarti nggak mungkin kan?

Ini hal yang biasa kok, semua orang juga mengalaminya. Jadi, daripada down lama-lama kenapa masih belum dapet panggilan interview atau dapet transferan DP untuk proyek freelance, lebih baik manfaatkan waktu untuk terus promo, hang out dengan teman-teman baru di komunitas/event/workshop... ya seperti yang Geetha udah jabarin di atas semuanya lah. Terus lakukan sampe 'dapet'. Dan jangan lupa juga: sabar dan berdoa. Karena campur tangan Tuhan-lah yang menbuat ini semua berhasil. Good luck! ^^

Punya dan tips promosi lainnya kah #Geether? Yuk kita saling share pada komen di bawah ini!

Parenting Tip: 7 Ways to Complement Computer Games and Unleash Your Child’s Creative Genius

Even though we may enjoy playing them ourselves, many parents worry about the impact of computer games on their child’s development. We fear...