Rabu, 26 Agustus 2015

10 Cara Dan Tips Promosi Diri Desainer Grafis



Jadi desainer grafis nggak cukup dengan cuma bisa mendesain yang bagus, keren, kreatif begitu aja. Kalo nggak ngerti cara mempromosikan diri sendiri ya sia-sia, sama aja bohong.
10 cara dan tips promosi diri desainer grafis di bawah ini sudah Geetha terapkan sendiri bertahun-tahun. Semua terbukti efektif, efisien dan nggak mesti ngemis-ngemis perhatian di akun social media/website orang lain (tanpa harus nge-spam). Perlu diingat, ini nggak langsung sukses sehari semalam ya.

Geetha tekankan kamu untuk fokus kualitas daripada kuantitas. Kalo promonya ngotot tapi kualitas portfolio kamu kurang greget juga ya, kamu susah dapet client idaman (bukan menantu idaman ya). Berikut 10 cara dan tips promosi diri desainer grafis ~

1. SIAPkan personal branding
Sebelum memulai, kamu HARUS sudah punya brand tentunya, setidaknya kalo baru memulai kamu ingin di mempromosikan diri seperti 'siapa, apa, bagaimana'. Siapa target audience-mu? Lalu jasa desainmu start dari harga berapa? Kalo sudah menentukan, then it's time to start designing.

Yang mesti kamu desain: logo pastinya, kartu nama, letterhead, amplop, CD, folder/map, CV (Curriculum Vitae), portfolio (akan di bahas lengkap di bawah), proposal (dibahas di bawah). Desain lah sebagus-sebagusnya dan kreatif! Kerahkan semua energimu di sini. Inspirasi personal branding design bisa kamu cek di sini.

2. portfolio
Penting banget, penentu nasib seorang desainer grafis. Juga penentu gaji/fee, besarnya proyek dan pengalaman. Buatlah portfolio online dan offline. Ingat: pilihlah yang terbaik! Nggak usah pasang semua kerjaanmu ya. Jangan pernah pasang lebih dari 12 desain.

Kalo online kamu bisa pajang misalnya di Creasi dan social media (Facebook, Twitter, Instagram). Yang Geetha suka dari Creasi, di sini tempatnya semua orang kreatif mencari kerja. Mulai dari desainer grafis hingga dancer semua majang portfolio-nya di sini. Di mana lagi bisa nemu wadah khusus orang kreatif kaya gini? Tiap hari lowongan kerja juga rutin di update lho, nggak usah pusing-pusing lagi deh nyari tempat lowongan kerja. Selain upload di Creasi, pajang juga di website pribadi (more on that below) dan versi PDF.

Kalo versi offline-nya, simak di sini bagaimana cara membuatnya. Memang sih tidak semua client/perusahaan konvensional yang mengharus kita pakai portfolio yang di print. Tapi tahukah kenapa Geetha tetap menyarankan kamu untuk print portfolio? Di era digital seperti ini, di mana orang-orang udah cuma ngandalin online saja, versi print meninggalkan first impression yang bertahan lama karena 'feel-nya beda' dan paling menonjol di banding pesaingmu yang lain (yang pakai pdf, website aja). Nggak ada salahnya dipersiapkan dari sekarang, karena kamu nggak akan tahu kapan akan dipanggil untuk interview.

Belum punya pengalaman? Belum pernah dapat job? Nggak masalah, kamu bisa pertimbangkan untuk membuat desain fiktif untuk memulainya, di sini caranya.

3. website DENGAN DOMAIN SENDIRI
Walau pun kamu sudah upload portfolio terbaik-mu di social media, jangan lupakan juga website-mu sendiri. Isilah dengan portfolio terbaikmu ya.. yang kamu suka dan bangga tentunya. Lalu, selain itu masukkan juga: about (deskripsi tentang kamu, kelebihannya apa, megang apa aja), contact (ya iya lah). Minimum dua itu deh yang harus diisi duluan, sisanya bisa belakangan. Kamu bisa juga masukkan price list untuk memudahkan dan langsung menargetkan audience.

Kalo kamu memang sudah siap untuk mengambil langkah lebih besar dalam mengembangkan bisnis/promo desainmu, langkah berikutnya ialah mendaftarkan domain website-mu. Jangan biarkan website-mu masih pakai embel-embel seperti ini --> namablog.blogspot.com atau namablog.wordpress.com! Mempunyai website dengan domain sendiri berarti juga kamu akan dianggap lebih serius oleh calon client.

Kalo nggak ngerti nge-desain website, kamu bisa hire web designer atau.. pake template/theme yang paling simpel/minimalis aja, works every time. Karena kalo yang terlalu njelimet, website susah di akses dan membingungkan bagi calon client. Bayangkan kalo calon client-nya bingung dengan tampilan website-mu, bisa-bisa dalam hitungan detik website-mu udah di close aja ama dia. Yang rugi siapa?

4. NETWORKING
Sesibuk apa pun kamu, coba sesekali luangkan untuk datang ke beberapa event/workshop/komunitas. Di sana kamu bisa memulai berkenalan dan networking, jangan lupa... siapin kartu nama! Di zaman era serba digital ini, kartu nama belum mati. Seperti yang udah Geetha bahas di poin nomor 1 tadi, kalo kamu udah siapin personal branding design dari jauh-jauh hari, ya nggak perlu kelabakan lagi tiap mau ada event tinggal di bawa aja deh dalam tas.

Keunggulan punya koneksi di bidang yang mirip (kreatif): bisa saling support, kalo ada yang lagi butuh job di saat kita lagi kebanjiran kita bisa oper job-nya begitu juga sebaliknya. Bukan nggak mungkin di saat salah satu dari kalian dapet projek yang membutuhkan banyak tenaga kerja: kamu jadi tim desain grafisnya, si teman jadi photographer-nya, lalu si teman satunya jadi apanya lagi. Enak kan bisa team up dan kolaborasi bareng? Rezeki dapetnya barengan juga ^^

Lalu, jangan cuma mentok datengin komunitas atau event desain grafis/bidang kreatif aja ya. Karena calon client nggak melulu main ke komunitas desain/kreatif. Intinya, berbicara dan bergaullah dengan banyak orang. Sering juga kamu dapet cient dari tempat yang nggak di duga-duga, misal di bengkel. So yup, kartu nama is a must in your wallet.

5. numpang tenar
Kamu bisa coba menjadi guest blogger di 1 atau 3, 4, 5 blog desain grafis atau sejenisnya yang sudah terkenal di dalam atau di luar negeri (kalo luar negeri berarti wajib fasih English). Bisa dengan menulis artikel yang berhubungan dengan desain grafis dan membuat tutorial. Dengan jumlah visitor, follower dan pageviews yang banyak tiap harinya...bisa bayangkan ada berapa yang meng-klik website-mu yang biasanya dipajang di akhir blog post tersebut? Tapi jangan jadi ghost blog writer ya, karena sama aja bohong kamu nggak bisa nyantumin nama dan website-mu.

Kamu juga bisa salprom (saling promo) dengan rekan-mu di social media dan blog (kalo ada). Dia promoin jasa desain grafismu, kamu promoin usaha katering dia misalnya. Bahkan, kalo kamu orangnya berani ngomong di depan orang banyak di depan umum, kamu bisa pertimbangkan untuk menjadi guest speaker di suatu even/workshop. Pokoknya dengan menumpang tenar gini rumusnya harus: win-win solution. Enak di kamu, enak di mereka.

6. Be Creative, Different and unique
Lulusan DKV ada banyak bener, belum lagi yang self-taught desainer grafis... Wuih nggak keitung ada banyak bangeeeet! Kalo kamu 'cuma' jualan jasa desain grafis aja, unless it's really GOOD ya susah kalo mau cepat dilirik sama client-client dambaan, idaman dan impianmu. Dengan kompetitor yang sejibun, kamu harus berusaha menonjol dari yang lain. Secara desain grafis udah sangat pasaran, jadi ya kamu harus bertindak lebih dari ini. Apakah kamu juga bisa mendesain untuk packaging? Website? App untuk mobile? Bisa? Awesome! Belum bisa atau belum jago-jago amat? Nggak apa-apa, masih bisa jalan sambil asah skill kok (ikut kursus offline, online). Jadi di luar desain grafis, kamu juga bisa handle di bidang lain juga. Jadi nilai plus deh :)

7. Kirim Proposal
Kadang kita nggak selalu yang di kontak duluan oleh calon client, tapi kita juga yang harus inisiatif yang 'nyolek' calon client duluan. How? Sebelumnya, siapkan template proposal. Tiap client yang berpotensi tentu kan beda-beda kebutuhannya jadi kalo udah ada template enak, tinggal rombak yang perlu-perlu aja. Siapa aja yang bisa dikirimin proposal? Ke 'client idaman', misal: resto, kafe, sekolah, perusahaan, clothing line, up to you, yang ada di daerahmu, di Indonesia bahkan ke luar negeri. Kalo kamu tertarik, bisa juga coba kirim proposal ke agensi.

Proposal bisa di print dan via e-mail. Kalo via e-mail idealnya save as pdf. Layout harus simpel aja nggak usah terlalu di macem-macemin karena client inceran-mu itu fokusnya liat: 1. portfolio --> 2. harga --> 3. services. Yang mesti ada dalam proposal: About your company, services, portfolio, harga dan paket desain, dan timeline proyek. Jika kamu berminat Geetha ingin ngebahas khusus tentang ini, let me know! ^^

8. Aktif blogging / social media
Dengan rutin nge-blog, pembaca jadi tahu betapa 'ahli'nya kamu di bidang desain grafis. Nggak jarang juga yang tadinya cuma sekedar jadi pembaca di blog kamu, berubah jadi client. Enaknya lagi, kalo kamu udah rutin nge-blog dan udah tau mau di bawa ke arah mana, udah jelas niche-nya. Itu enak banget lebih gampang dapat client potensial yang sesuai dengan niche kamu. Misal: kamu kepengen fokus di bidang food and beverage, jadi pastikan 80% posting-an kamu isinya harus tema itu juga. Selain kamu bisa pamer semua kerjaan desain kamu yang di bidang food and beverage, bisa juga share referensi dan inspirasi desain di bidang food and beverage yang sesuai dengan style favorit-mu. 20%-nya apa dong? Ya random aja biar reader nggak bosan isinya 'itu-itu' melulu..bisa juga foto liburan. Sekalian latihan motret juga bisa dijadiin portfolio kan. Eits, jangan salah..blog kamu sendiri aja bisa dijadiin portfolio kok jadi please post and publish wisely.

Namun, nge-blog membutuhkan komitmen dan konsisten untuk selalu rutin posting dan menghasilkan content yang bermutu. So, kalo kamu emang nggak nyaman dengan nge-blog. Kamu bisa rutinin update di social media seperti FB Page, Twitter dan Instagram. Yang bisa di publish: kerjaan desain kamu yang sudah jadi, behind the scene/working in progress, random (sesekali selingan biar nggak bosan), inspirasi desain (jangan lupa tag dan mention owner-nya juga yah!), dan lain-lain.

9. PASANG IKLAN
Pernah dengar istilah "You have to spend money to make money"? Yup, itu berlaku dan efektif di bidang kreatif terutama di bidang desain grafis. Dari pada kamu nge-spam mention satu-satu orang di twitter, yang ada kamu kena block dan report! Atau nyampah di akun Facebook dan Instagram ala-ala online shop: "Cek akun kita kaka"... Hadeuh, udah tahun 2015 nggak banget lha kalo masih pake cara seperti ini..

So, sisihkan sebagian uang kamu untuk masang iklan.. Kalo baru mulai jalan jadi desainer grafis, silakan masang iklan secara online misal di Facebook Ads, Twitter (Twitter Ads, buzzer) atau Instagram karena harganya jauh lebih terjangkau ketimbang masang iklan di media cetak. Kecuali kalo kamu udah punya banyak networking dan kenalan yang sudah lebih dahulu mengenal jasa desain kamu, nggak usah buang-buang waktu deh..mending sisihkan saja sedikit uangmu untuk ngiklan.

Kalo budget mepet, satu-satu aja dulu misal Facebook atau Instagram dulu. Better than nothing lah. Kalo ada budget lebih, bisa sekalian pasang di google adsense. It's so worth it and definitely will save your time!

10. Sabar Dan Berdoa
Memang minggu-minggu pertama, bulan-bulan pertama itu berat. Belum tentu langsung 'laku'. Kadang cepet di panggil interview tapi abis itu udah, nggak dapet respon balik. Atau, udah presentasinya niat banget ke calon client, eh abis itu mereka nggak sreg untuk 'teken kontrak'. Well, emang nggak mudah tapi bukan berarti nggak mungkin kan?

Ini hal yang biasa kok, semua orang juga mengalaminya. Jadi, daripada down lama-lama kenapa masih belum dapet panggilan interview atau dapet transferan DP untuk proyek freelance, lebih baik manfaatkan waktu untuk terus promo, hang out dengan teman-teman baru di komunitas/event/workshop... ya seperti yang Geetha udah jabarin di atas semuanya lah. Terus lakukan sampe 'dapet'. Dan jangan lupa juga: sabar dan berdoa. Karena campur tangan Tuhan-lah yang menbuat ini semua berhasil. Good luck! ^^

Punya dan tips promosi lainnya kah #Geether? Yuk kita saling share pada komen di bawah ini!

Selasa, 18 Agustus 2015

Creasi TU7UH Design Challenge Winner Announcement Event



Dari pertengahan bulan Juni hingga akhir bulan Juli 2015 lalu, Creasi telah mengadakan #TU7UH Design Challenge - 7 Presiden, 7 Warna, 7 Karya, 7 Lokasi. Creasi mengundang banyak visual designer Indonesia untuk membuat karya desain salah 1 dari total 7 presiden Indonesia.

Presiden pertama menggunakan 1 warna, presiden ke dua menggunakan 2 warna dan seterusnya hingga presiden ke 7 yang berarti harus menggunakan 7 warna (di luar hitam dan putih). Siapa sangka, total karya desain yang terkumpul mencapai 350 buah! ^^

Kategori hadiah pemenang pun di bagi berdasarkan: finalis (gift voucher), most liked on Facebook (Rp. 100.000 + gift voucher), 4th - 7th winner (Rp. 500.000 + gift voucher), 3rd winner (Rp. 1.500.000 + gift voucher), 2nd winner (Rp. 3.000.000 + gift voucher) dan 1st winner (Rp. 5.000.000 + gift voucher). Nah, dari ke tujuh pemenang mewakili 1 presiden dari total 7 presiden Indonesia.

Tidak hanya itu saja, tiap karya pemenang juga akan di pamerkan di coffee shop populer di Jakarta (dari total 7 coffee shop) yang ditunjuk selama 1 bulan penuh terhitung dari tanggal 17 Agustus hingga 17 September 2015. Kenapa coffee shop? Well, karena coffee shop 'biasanya' menjadi salah satu tempat favorite para kreatif untuk nongkrong, bertukar ide, mencari inspirasi, mengerjakan karya/kerjaan/deadline. That's why :D

Pada tanggal 13 Agustus 2015, Kamis, team Creasi menyelenggarakan Winner Announcement Event #TU7UH Design Challenge bersama para finalis, partner dan perwakilan 7 coffee shop Jakarta di Trafique Coffee.

Siapakah pemenangnya? Yuk kita lihat cuplikan foto-foto event-nya! Selamat buat para pemenang yaa! Yang belum beruntung atau belum sempat ikutan, jangan lupa follow:
Twitter, Instagram + Facebook Tips Graph Design dan
Twitter, Instagram + Facebook Creasi supaya nggak ketinggalan info lagi :D


Pembukaan acara oleh founder Creasi

Serah terima hadiah dengan pemenang ke 7

Presentasi karya pemenang ke 5

Presentasi karya pemenang ke 4

Tadaaa, ini dia pemenang pertama! :D

Foto bersama dengan para finalis dan ke 7 pemenang

Perwakilan coffee shop dengan karya-karya yang akan dipasang di coffee shop yang ditunjuk

Ki-ka: Pemenang ke 6 dan 7

Ki-ka: Pemenang ke 4 dan 5

Ki-ka: Pemenang ke 2 dan 3

Pemenang ke 1

Foto bersama dengan para finalis, ke 7 pemenang dan partner komunitas

Karya-karya pemenang yang akan dipajang di coffee shop yang ditunjuk


Kamu bisa lihat foto-foto lainnya di: Creasi Facebook.
Info nama semua pemenang bisa kamu lihat di sini: www.creasi.co.id/tu7uh.
Pssst, kamu mau dapat diskon ngopi di 7 coffee shop populer di Jakarta? Kepoin ke sini deh gimana caranya


Rabu, 08 Juli 2015

Inspiration: Wishbone Brew Coffee



I loooove coffee! Rasanya kalo belum minum kopi belum lengkap rasanya untuk memulai hari ^^ Nah, untuk inspiration kali ini, Geetha mau share brew coffee package design yang unik: Wishbone Brew. Kenapa unik? Karena dari package design kopi kebanyakan semuanya menggunakan bahan dasar kertas/plastik ya (well ada juga pakai kaleng tapi bentuknya biasa aja hehehe), tapi yang ini pakai kaleng yang berbentuk pipih. Tak hanya mengandalkan design bagus saja, package design ini praktis untuk buka tutupnya sehingga nggak perlu khawatir takut biji kopinya masuk angin. So not just a pretty design, eh?






CREDIT:
Source: Behance --> Designed by Christopher Williams and Also Known As.

Untuk post inspiration yang seperti ini, please check here ~

Rabu, 17 Juni 2015

Creasi Design Challenge: 7 Presiden, 7 Warna, 7 Karya, 7 Lokasi



Jas Merah! Bung Karno pernah berkata “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah”.
Menjelang HUT ke-70 Republik Indonesia kita yang tercinta, Creasi ingin mengajak kalian semua untuk kembali mengingat 7 tokoh besar yang pernah dan sedang memimpin negara ini.

Melalui Creasi Design Challenge TU7UH, kami mengundang semua visual designers di seluruh Indonesia untuk membuat karya desain salah 1 dari 7 presiden Indonesia. Karya para pemenang akan mendapatkan hadiah materi tertentu, tapi hadiah yang paling keren adalah dipamerkannya karya mereka di 7 lokasi yang lagi happening di Jakarta.


Pastikan kalian ikut serta dan mulai membuat karya yang paling keren untuk menginspirasi orang lain dengan membuat sejarah yang takkan terlupakan. Klik di www.creasi.co.id/tu7uh sekarang juga!

Senin, 15 Juni 2015

Tips: Cara Menolak Client Tanpa Membuatnya Tersinggung



Pernahkah kamu:
» Harga service desain grafismu ditawar 'terlalu' murah?
» Calon client butuh kelar cepat sedangkan kamu masih dalam deadline dengan pekerjaan lainnya?
» Merasa enggak sreg sama proyek yang di-brief oleh client?

(misal: enggak masuk sama style desain kamu. Si dia mau yang warna-warni gonjreng ramai, sedang kamu expert-nya minimalis hitam putih)?
» Calon client maksa untuk mengerjakan proyek yang sama sekali bukan bidangmu, dan kamu kebetulan tidak begitu ada waktu/tertarik untuk explore mengerjakannya?
» Dan lain-lain


Kamu enggak mungkin bisa mengiyakan semua permintaan (calon) client dong? Entah apa pun itu alasannya, kamu berhak menolak kok asaaal tolaklah dengan tegas dan sopan. Di sini enggak ada deh istilah enggak enak-enggak enakan. Tegas di sini bukan berarti kasar kok ~

DITAWAR TERLALU MURAH
Tawar-menawar harga itu sudah biasa. Mahal-murah itu relatif. Tapi semurah-murahnya di tawar tentu ada batasnya dong? Kesal, bete, atau apa lah maybe ada terasa di hati rasanya pengen neriakin "Woy, lo kate gue enggak perlu bayar cicilan rumah, mobil, listrik apa??!!" Tapi enggak mungkin juga nyari ribut hehehe… :p

So, siapkan deh template jawaban penolakan jika di tawar terlalu murah di laptop/komputer/bahkan handphone-mu. Kira-kira bisa seperti ini:

"Dear bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini],
Terima kasih telah menghubungi kami. Mohon maaf sebelumnya bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini], ini sudah nett harganya. Sudah tidak bisa kurang lagi dari itu tapi kita bisa [masukin beberapa kelebihan unik kamu di sini di banding desainer yang lain]. Jangan segan-segan untuk menanyakan hal lain yang sekiranya bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini] belum jelas. Siapa tahu dapat kami bantu. 
Salam."

Tegaskan (calon) client akan kelebihan-kelebihanmu, fokusin ke situ jadi mereka tahu mereka keluarin uang lebih untuk dapat 'keuntung-keuntungan' itu. Biasanya sih, kalo mereka tetap enggak sreg mereka nggak balas e-mail-mu lagi.

DIDESAK HARUS KELAR CEPAT
Calon client udah mepet banget kepengen cepat kelar, pokoknya dalam 1-2 hari ini harus kelar. Dan harus perfect pula, revisi suka-suka mereka, ngontak jam 2 malam dan kepengen kelarnya jam 8 pagi ini. Mana mungkin? Tapi di sisi lain, kepengen juga bisa handle proyek dari client baru yang ini. Enaknya gimana ya? Well, selama mereka tidak keberatan dengan fee yang sudah kamu naikkan 2-3x lipat (misal lho yah, kerja lembur sebetulnya ada hitung-hitungannya untuk rate-nya. Kalo mau kelar instant ya SUDAH PASTI naik harganya. Nggak mungkin sama dengan timeline 'normal'), why not? Ingat saja rumus: mau cepat + hasil bagus = harga juga 'bagus'. It works dan worthy lha. Untuk apa menyiksa diri harga minim tapi hasil mau bagus dan cepat pula... Mereka masih ngotot enggak mau bayar lebih? Balaslah dengan e-mail seperti ini:

"Dear bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini],
Terima kasih telah menghubungi kami. Mohon maaf sebelumnya bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini], ini sudah nett harganya 
sudah tidak bisa kurang lagi dari itu, karena kami harus bekerja mengejar tenggat waktu yang sangat singkat. Kelebihan bekerja dengan kami bahwa kami bisa [masukin beberapa kelebihan unik kamu di sini di banding desainer yang lain. let's say: desain bisa tetap 'bagus'] walau pun dengan tenggat waktu yang singkat. Silakan kabari kami sekiranya bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini] siap untuk mempercayakan kami untuk mendesain [desain, website, sebut nama proyeknya]-nya.
Salam."

Siapa tahu kan, mereka berubah pikiran setelah e-mail barusan. Kalo mereka masih enggak mau juga ya.. mereka yang rugi kok! :p

tidak sesuai skill atau bertentangan dengan keyakinan
Kamu tidak nyaman jika ada calon client memintamu untuk proyek, let's say: minuman keras, rokok, judi, produk MLM atau apa gitu. Atau, kamu memang enggak 'klik' dengan proyeknya, misal: kamu seorang digital imaging artist khusus untuk editorial tapi diminta untuk edit foto-foto pernikahan PLUS me-layout buku albumnya sekalian. Gimana nolak yang enaknya ya? Tidak perlu bertele-tele 'menolak'nya, silakan kamu 'ngeles' seperti ini:

"Dear bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini],
Terima kasih telah menghubungi kami. Kebetulan kami masih full dengan proyek-proyek lain sampai 6 bulan ke depan, sehingga kami tidak menerima client dulu sampai waktu itu. Maaf jika kami tidak dapat membantu. Kami harapkan semoga bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini] sukses dengan proyeknya.
Salam."


TIDAK SREG ATAU TIDAK NYAMAN
Proyek desain sudah berjalan sekian minggu atau bulan. Apesnya, ada suatu 'faktor' yang membuat kamu tidak lagi nyaman melanjutkannya. Faktor bisa berupa: pihak client yang tidak mengindahkan SKK (surat kontrak kerja) yang padahal sudah ditandatangani kedua belah pihak, perlakuan client yang tidak pantas seperti kasar terhadapmu misalnya (rasis, bawa-bawa agama, ngomong kasar). Pertama: sabar dulu, coba cepat selesaikan. Tahan-tahanin dulu coba, jangan apa-apa main berhenti. But if some case you can't take it anymore... Are you sure? Really? Well, cancel saja. Kamu sangat berhak untuk meng-cancel proyek ini. FYI: Geetha pribadi biasanya sebelumnya sudah masukkan di SKK ke client bahwa Geetha berhak meng-cancel proyek jika dirasa tidak pantas diteruskan. Proyek yang di cancel oleh kedua pihak (mau client atau designer) uang DP akan hangus. Juga proyek yang sudah dikerjakan misalnya baru selesai 40% maka itu hak milik designer, client tidak diperbolehkan menggunakannya. Nah, bagaimana cara mengakhirinya tanpa terlalu banyak drama?

Dear bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini],
Mohon maaf jika kami harus mengatakan bahwa karena suatu hal pribadi, kami dengan sangat terpaksa tidak dapat meneruskan proyek ini terhitung sejak tanggal [masukkin tanggal bulan tahun]. Untuk mengingatkan, menurut Surat Kontrak Kerja yang telah kita sepakati pada tanggal [masukkin tanggal bulan tahun] telah dijelaskan bahwa:
- Branding
- Website
- Package design [intinya proyek yang kamu kerjakan dengan si client ini, list semuanya]
Tetap menjadi hak milik kami. DP yang sudah di bayarkan tidak bisa dikembalikan.
Terima kasih atas pengertiannya.
Salam."


Simpel, cepat, to the point dan tetap sopan pastinya. Kalau pun client enggak jadi sama kita, setidaknya mereka sudah punya kontak kita dan hubungan masih berjalan baik. Bukan tidak mungkin suatu hari mereka datang kembali untuk serius meng-hire kita! :D


Punya gaya ngeles andalan nolak client, #Geether? Share yuk pada komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Jumat, 23 Januari 2015

Freebies 01: Organized Desktop Wallpaper



Siapa di sini yang desktop-nya penuh dengan berbagai macam file, gambar, folder, aplikasi dan screen shot? Sekalinya coba dirapihkan ke dalam satu dua folder, eh besoknya balik lagi 'beranak-pinak'? Padahal salah satu faktor pendukung untuk bekerja produktif pada laptop/komputer ialah dengan mempunyai desktop yang bersih dan ter-organized.

Pada freebies perdana ini, Geetha khusus desainkan Organized Desktop Wallpaper. Di mana kamu bisa me-layout folder, file, gambar, aplikasi dan lain-lainnya sesuai pada tempatnya di desktop-mu. Jadi, kata siapa dekstop penuh file identik dengan berantakan? Bisa juga kok dibuat efisien ~

HOW TO USE:
Unduhlah Organized Desktop Wallpaper di link bawah ini, pilih yang sesuai dengan ukuran monitor desktop/laptop-mu. Save, lalu set as wallpaper tentunya. Kemudian, drag icon, apps atau file yang berserakan di desktop pada kolom Organized Desktop Wallpaper. To Do: file yang akan atau sedang dikerjakan. Apps: aplikasi yang paling sering kamu gunakan. Done: kerjaan/tugas/proyek yang sudah siap untuk di kirim/print. Other: bisa berupa screenshots atau file lainnya.



Selasa, 13 Januari 2015

Jangan Jadi Desainer Grafis Sebelum Baca 5 Hal Ini



Geetha lulus kuliah DKV kira-kira sudah 7 tahun yang lalu. Dulu belum banyak info tentang desainer grafis dari buku, blog, komunitas. Well, dulu ada sih tapi ya cuma begitu-begitu saja. Beda banget dengan sekarang, lebih gampang akses internet dan lengkap pula. Buku, social media dan blog desain grafis juga ada banyak yang bisa di follow. Bahkan untuk desainer grafis dengan latar belakang non DKV pun banyak juga lho yang portfolionya tidak kalah bagusnya dengan lulusan DKV.

I wish somebody had told me this to my old self. Ternyata walau pun sudah lulus kuliah DKV pun, masih ada hal-hal yang masih ke-'skip' sama kita lho. Kamu masih duduk di bangku sekolah/kuliah dan berencana ingin menjadi desainer grafis? Atau sudah menjadi desainer grafis tapi merasa belum maksimal? Then, this post is for you. Read on!

DESAIN ITU MAHAL
Mahal itu relatif ya. Tapi kamu pasti setuju kalau ide itu mahal, otomatis desainnya juga mahal dong? Dengan hargamu yang sekarang apakah sudah menutup biaya internet bulananmu? BBM kendaraanmu? Pulsa? Listrik? Makan? Ngopi? Kontrakan dan… lainnya. Kalo dihitung-hitung ada banyak kan kebutuhanmu? Coba renungkan sebentar deh, sudah pantas belum ya harga desain gue? Kemurahan nggak sih? Kalau kamu merasa harga desainmu kemurahan, mungkin sudah waktunya kamu merevisi ulang tuh. Gimana sih cara menentukan harga desain? Click here to find out how!

APA-APA SERBA CEPAT
Kalau dulu pas matkul DKV harus rebranding suatu logo perusahaan selama 1 semester. Sekarang di dunia kerja bisa-bisa dikebut jadi cuma 1 bulan saja. (note: Bukan yang 1 logo kelar 1 hari!) Lho, bukannya makin lama proses pembuatan branding berarti makin bagus? Well, sayangnya tidak semua client mengerti itu. Ada yang mau mengikuti timeline kamu, ada juga yang 'karena suatu hal' butuh cepat. Selama harganya OK, siap-siap deh begadang 'hajar bleh'. Tapi ingat, tidak semuanya harus kelar 1 bulan, komunikasikanlah dengan calon client bahwa untuk membuat desain yang bagus membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk research, brainstorm, sketsa, revisi dan lain-lainnya. Jika kamu sudah menjabarkan ini semua dengan jelas dan efisien pada awal pertemuan, semestinya client akan lebih paham kenapa 1 desain membutuhkan waktu 'selama' itu.

HARUS SERBA BISA
Ahh coba saja dulu ada yang cerewetin Geetha untuk lebih banyak explore berbagai bidang. Sekarang lulusan DKV/non DKV yang berprofesi desainer grafis ada banyaaaaak sekali! Supaya bisa bertahan, tentu kamu tidak bisa biasa-biasa saja dong? Jika kamu punya beberapa skill lain seperti photography, ilustrasi, web design atau lainnya itu akan menjadi nilai plus = prospek lebih bagus. Ada tapinya nih, jangan maruk mau hajar semua juga. Buat apa mengaku bisa ini itu tapi serba nanggung? Minimum ada 1-2 skill lain tapi di level menengah-advanced sudah oke banget tuh ~

SABAR TANPA BATAS
Gimana nggak mulianya profesi ini: sering dikira 'tukang desain' lah, harga desain udah mepet masih ditawar lebih murah tapi banyak maunya lah, revisi last minute dan harus kelar besok pagi lah, mati lampu pula pas detik-detik mau menyerahkan desain (versi ekstrim). Hal-hal seperti ini akan menjadi makananan sehari-harimu. Tiap proyek desain pasti ada 1 kisah yang menarik walau pun sudah buat timeline serapih mungkin. Graphic designer is a problem solver, you've got to figure it out every issue you're dealing with. Kuncinya: sabar aja broh, itu dia seninya. Buktinya nggak kapok kan? ^^

DISIPLIN
Sebetulnya profesi apa pun harus selalu bisa on time. Di bidang desain grafis, keterlambatanmu menyerahkan file desain bisa saja merugikan banyak pihak dan banyak uang seperti telat cetak padahal sudah terlanjur bayar promo/media dan harganya tidak murah… Tidak ada hal yang lebih memalukan daripada itu. So, please buang jauh-jauh deh rasa moody dan galaumu untuk sementara sampai kerjaan sudah selesai. Kariermu yang jadi taruhannya, maka jadilah seorang desainer grafis yang profesional.


Punya tips lain untuk calon desainer grafis, #Geether? Share yuk pada komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Parenting Tip: 7 Ways to Complement Computer Games and Unleash Your Child’s Creative Genius

Even though we may enjoy playing them ourselves, many parents worry about the impact of computer games on their child’s development. We fear...