Rabu, 08 Juli 2015

Inspiration: Wishbone Brew Coffee



I loooove coffee! Rasanya kalo belum minum kopi belum lengkap rasanya untuk memulai hari ^^ Nah, untuk inspiration kali ini, Geetha mau share brew coffee package design yang unik: Wishbone Brew. Kenapa unik? Karena dari package design kopi kebanyakan semuanya menggunakan bahan dasar kertas/plastik ya (well ada juga pakai kaleng tapi bentuknya biasa aja hehehe), tapi yang ini pakai kaleng yang berbentuk pipih. Tak hanya mengandalkan design bagus saja, package design ini praktis untuk buka tutupnya sehingga nggak perlu khawatir takut biji kopinya masuk angin. So not just a pretty design, eh?






CREDIT:
Source: Behance --> Designed by Christopher Williams and Also Known As.

Untuk post inspiration yang seperti ini, please check here ~

Rabu, 17 Juni 2015

Creasi Design Challenge: 7 Presiden, 7 Warna, 7 Karya, 7 Lokasi



Jas Merah! Bung Karno pernah berkata “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah”.
Menjelang HUT ke-70 Republik Indonesia kita yang tercinta, Creasi ingin mengajak kalian semua untuk kembali mengingat 7 tokoh besar yang pernah dan sedang memimpin negara ini.

Melalui Creasi Design Challenge TU7UH, kami mengundang semua visual designers di seluruh Indonesia untuk membuat karya desain salah 1 dari 7 presiden Indonesia. Karya para pemenang akan mendapatkan hadiah materi tertentu, tapi hadiah yang paling keren adalah dipamerkannya karya mereka di 7 lokasi yang lagi happening di Jakarta.


Pastikan kalian ikut serta dan mulai membuat karya yang paling keren untuk menginspirasi orang lain dengan membuat sejarah yang takkan terlupakan. Klik di www.creasi.co.id/tu7uh sekarang juga!

Senin, 15 Juni 2015

Tips: Cara Menolak Client Tanpa Membuatnya Tersinggung



Pernahkah kamu:
» Harga service desain grafismu ditawar 'terlalu' murah?
» Calon client butuh kelar cepat sedangkan kamu masih dalam deadline dengan pekerjaan lainnya?
» Merasa enggak sreg sama proyek yang di-brief oleh client?

(misal: enggak masuk sama style desain kamu. Si dia mau yang warna-warni gonjreng ramai, sedang kamu expert-nya minimalis hitam putih)?
» Calon client maksa untuk mengerjakan proyek yang sama sekali bukan bidangmu, dan kamu kebetulan tidak begitu ada waktu/tertarik untuk explore mengerjakannya?
» Dan lain-lain


Kamu enggak mungkin bisa mengiyakan semua permintaan (calon) client dong? Entah apa pun itu alasannya, kamu berhak menolak kok asaaal tolaklah dengan tegas dan sopan. Di sini enggak ada deh istilah enggak enak-enggak enakan. Tegas di sini bukan berarti kasar kok ~

DITAWAR TERLALU MURAH
Tawar-menawar harga itu sudah biasa. Mahal-murah itu relatif. Tapi semurah-murahnya di tawar tentu ada batasnya dong? Kesal, bete, atau apa lah maybe ada terasa di hati rasanya pengen neriakin "Woy, lo kate gue enggak perlu bayar cicilan rumah, mobil, listrik apa??!!" Tapi enggak mungkin juga nyari ribut hehehe… :p

So, siapkan deh template jawaban penolakan jika di tawar terlalu murah di laptop/komputer/bahkan handphone-mu. Kira-kira bisa seperti ini:

"Dear bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini],
Terima kasih telah menghubungi kami. Mohon maaf sebelumnya bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini], ini sudah nett harganya. Sudah tidak bisa kurang lagi dari itu tapi kita bisa [masukin beberapa kelebihan unik kamu di sini di banding desainer yang lain]. Jangan segan-segan untuk menanyakan hal lain yang sekiranya bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini] belum jelas. Siapa tahu dapat kami bantu. 
Salam."

Tegaskan (calon) client akan kelebihan-kelebihanmu, fokusin ke situ jadi mereka tahu mereka keluarin uang lebih untuk dapat 'keuntung-keuntungan' itu. Biasanya sih, kalo mereka tetap enggak sreg mereka nggak balas e-mail-mu lagi.

DIDESAK HARUS KELAR CEPAT
Calon client udah mepet banget kepengen cepat kelar, pokoknya dalam 1-2 hari ini harus kelar. Dan harus perfect pula, revisi suka-suka mereka, ngontak jam 2 malam dan kepengen kelarnya jam 8 pagi ini. Mana mungkin? Tapi di sisi lain, kepengen juga bisa handle proyek dari client baru yang ini. Enaknya gimana ya? Well, selama mereka tidak keberatan dengan fee yang sudah kamu naikkan 2-3x lipat (misal lho yah, kerja lembur sebetulnya ada hitung-hitungannya untuk rate-nya. Kalo mau kelar instant ya SUDAH PASTI naik harganya. Nggak mungkin sama dengan timeline 'normal'), why not? Ingat saja rumus: mau cepat + hasil bagus = harga juga 'bagus'. It works dan worthy lha. Untuk apa menyiksa diri harga minim tapi hasil mau bagus dan cepat pula... Mereka masih ngotot enggak mau bayar lebih? Balaslah dengan e-mail seperti ini:

"Dear bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini],
Terima kasih telah menghubungi kami. Mohon maaf sebelumnya bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini], ini sudah nett harganya 
sudah tidak bisa kurang lagi dari itu, karena kami harus bekerja mengejar tenggat waktu yang sangat singkat. Kelebihan bekerja dengan kami bahwa kami bisa [masukin beberapa kelebihan unik kamu di sini di banding desainer yang lain. let's say: desain bisa tetap 'bagus'] walau pun dengan tenggat waktu yang singkat. Silakan kabari kami sekiranya bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini] siap untuk mempercayakan kami untuk mendesain [desain, website, sebut nama proyeknya]-nya.
Salam."

Siapa tahu kan, mereka berubah pikiran setelah e-mail barusan. Kalo mereka masih enggak mau juga ya.. mereka yang rugi kok! :p

tidak sesuai skill atau bertentangan dengan keyakinan
Kamu tidak nyaman jika ada calon client memintamu untuk proyek, let's say: minuman keras, rokok, judi, produk MLM atau apa gitu. Atau, kamu memang enggak 'klik' dengan proyeknya, misal: kamu seorang digital imaging artist khusus untuk editorial tapi diminta untuk edit foto-foto pernikahan PLUS me-layout buku albumnya sekalian. Gimana nolak yang enaknya ya? Tidak perlu bertele-tele 'menolak'nya, silakan kamu 'ngeles' seperti ini:

"Dear bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini],
Terima kasih telah menghubungi kami. Kebetulan kami masih full dengan proyek-proyek lain sampai 6 bulan ke depan, sehingga kami tidak menerima client dulu sampai waktu itu. Maaf jika kami tidak dapat membantu. Kami harapkan semoga bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini] sukses dengan proyeknya.
Salam."


TIDAK SREG ATAU TIDAK NYAMAN
Proyek desain sudah berjalan sekian minggu atau bulan. Apesnya, ada suatu 'faktor' yang membuat kamu tidak lagi nyaman melanjutkannya. Faktor bisa berupa: pihak client yang tidak mengindahkan SKK (surat kontrak kerja) yang padahal sudah ditandatangani kedua belah pihak, perlakuan client yang tidak pantas seperti kasar terhadapmu misalnya (rasis, bawa-bawa agama, ngomong kasar). Pertama: sabar dulu, coba cepat selesaikan. Tahan-tahanin dulu coba, jangan apa-apa main berhenti. But if some case you can't take it anymore... Are you sure? Really? Well, cancel saja. Kamu sangat berhak untuk meng-cancel proyek ini. FYI: Geetha pribadi biasanya sebelumnya sudah masukkan di SKK ke client bahwa Geetha berhak meng-cancel proyek jika dirasa tidak pantas diteruskan. Proyek yang di cancel oleh kedua pihak (mau client atau designer) uang DP akan hangus. Juga proyek yang sudah dikerjakan misalnya baru selesai 40% maka itu hak milik designer, client tidak diperbolehkan menggunakannya. Nah, bagaimana cara mengakhirinya tanpa terlalu banyak drama?

Dear bapak/ibu/mas/mba [masukkan nama depannya di sini],
Mohon maaf jika kami harus mengatakan bahwa karena suatu hal pribadi, kami dengan sangat terpaksa tidak dapat meneruskan proyek ini terhitung sejak tanggal [masukkin tanggal bulan tahun]. Untuk mengingatkan, menurut Surat Kontrak Kerja yang telah kita sepakati pada tanggal [masukkin tanggal bulan tahun] telah dijelaskan bahwa:
- Branding
- Website
- Package design [intinya proyek yang kamu kerjakan dengan si client ini, list semuanya]
Tetap menjadi hak milik kami. DP yang sudah di bayarkan tidak bisa dikembalikan.
Terima kasih atas pengertiannya.
Salam."


Simpel, cepat, to the point dan tetap sopan pastinya. Kalau pun client enggak jadi sama kita, setidaknya mereka sudah punya kontak kita dan hubungan masih berjalan baik. Bukan tidak mungkin suatu hari mereka datang kembali untuk serius meng-hire kita! :D


Punya gaya ngeles andalan nolak client, #Geether? Share yuk pada komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Jumat, 23 Januari 2015

Freebies 01: Organized Desktop Wallpaper



Siapa di sini yang desktop-nya penuh dengan berbagai macam file, gambar, folder, aplikasi dan screen shot? Sekalinya coba dirapihkan ke dalam satu dua folder, eh besoknya balik lagi 'beranak-pinak'? Padahal salah satu faktor pendukung untuk bekerja produktif pada laptop/komputer ialah dengan mempunyai desktop yang bersih dan ter-organized.

Pada freebies perdana ini, Geetha khusus desainkan Organized Desktop Wallpaper. Di mana kamu bisa me-layout folder, file, gambar, aplikasi dan lain-lainnya sesuai pada tempatnya di desktop-mu. Jadi, kata siapa dekstop penuh file identik dengan berantakan? Bisa juga kok dibuat efisien ~

HOW TO USE:
Unduhlah Organized Desktop Wallpaper di link bawah ini, pilih yang sesuai dengan ukuran monitor desktop/laptop-mu. Save, lalu set as wallpaper tentunya. Kemudian, drag icon, apps atau file yang berserakan di desktop pada kolom Organized Desktop Wallpaper. To Do: file yang akan atau sedang dikerjakan. Apps: aplikasi yang paling sering kamu gunakan. Done: kerjaan/tugas/proyek yang sudah siap untuk di kirim/print. Other: bisa berupa screenshots atau file lainnya.



Selasa, 13 Januari 2015

Jangan Jadi Desainer Grafis Sebelum Baca 5 Hal Ini



Geetha lulus kuliah DKV kira-kira sudah 7 tahun yang lalu. Dulu belum banyak info tentang desainer grafis dari buku, blog, komunitas. Well, dulu ada sih tapi ya cuma begitu-begitu saja. Beda banget dengan sekarang, lebih gampang akses internet dan lengkap pula. Buku, social media dan blog desain grafis juga ada banyak yang bisa di follow. Bahkan untuk desainer grafis dengan latar belakang non DKV pun banyak juga lho yang portfolionya tidak kalah bagusnya dengan lulusan DKV.

I wish somebody had told me this to my old self. Ternyata walau pun sudah lulus kuliah DKV pun, masih ada hal-hal yang masih ke-'skip' sama kita lho. Kamu masih duduk di bangku sekolah/kuliah dan berencana ingin menjadi desainer grafis? Atau sudah menjadi desainer grafis tapi merasa belum maksimal? Then, this post is for you. Read on!

DESAIN ITU MAHAL
Mahal itu relatif ya. Tapi kamu pasti setuju kalau ide itu mahal, otomatis desainnya juga mahal dong? Dengan hargamu yang sekarang apakah sudah menutup biaya internet bulananmu? BBM kendaraanmu? Pulsa? Listrik? Makan? Ngopi? Kontrakan dan… lainnya. Kalo dihitung-hitung ada banyak kan kebutuhanmu? Coba renungkan sebentar deh, sudah pantas belum ya harga desain gue? Kemurahan nggak sih? Kalau kamu merasa harga desainmu kemurahan, mungkin sudah waktunya kamu merevisi ulang tuh. Gimana sih cara menentukan harga desain? Click here to find out how!

APA-APA SERBA CEPAT
Kalau dulu pas matkul DKV harus rebranding suatu logo perusahaan selama 1 semester. Sekarang di dunia kerja bisa-bisa dikebut jadi cuma 1 bulan saja. (note: Bukan yang 1 logo kelar 1 hari!) Lho, bukannya makin lama proses pembuatan branding berarti makin bagus? Well, sayangnya tidak semua client mengerti itu. Ada yang mau mengikuti timeline kamu, ada juga yang 'karena suatu hal' butuh cepat. Selama harganya OK, siap-siap deh begadang 'hajar bleh'. Tapi ingat, tidak semuanya harus kelar 1 bulan, komunikasikanlah dengan calon client bahwa untuk membuat desain yang bagus membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk research, brainstorm, sketsa, revisi dan lain-lainnya. Jika kamu sudah menjabarkan ini semua dengan jelas dan efisien pada awal pertemuan, semestinya client akan lebih paham kenapa 1 desain membutuhkan waktu 'selama' itu.

HARUS SERBA BISA
Ahh coba saja dulu ada yang cerewetin Geetha untuk lebih banyak explore berbagai bidang. Sekarang lulusan DKV/non DKV yang berprofesi desainer grafis ada banyaaaaak sekali! Supaya bisa bertahan, tentu kamu tidak bisa biasa-biasa saja dong? Jika kamu punya beberapa skill lain seperti photography, ilustrasi, web design atau lainnya itu akan menjadi nilai plus = prospek lebih bagus. Ada tapinya nih, jangan maruk mau hajar semua juga. Buat apa mengaku bisa ini itu tapi serba nanggung? Minimum ada 1-2 skill lain tapi di level menengah-advanced sudah oke banget tuh ~

SABAR TANPA BATAS
Gimana nggak mulianya profesi ini: sering dikira 'tukang desain' lah, harga desain udah mepet masih ditawar lebih murah tapi banyak maunya lah, revisi last minute dan harus kelar besok pagi lah, mati lampu pula pas detik-detik mau menyerahkan desain (versi ekstrim). Hal-hal seperti ini akan menjadi makananan sehari-harimu. Tiap proyek desain pasti ada 1 kisah yang menarik walau pun sudah buat timeline serapih mungkin. Graphic designer is a problem solver, you've got to figure it out every issue you're dealing with. Kuncinya: sabar aja broh, itu dia seninya. Buktinya nggak kapok kan? ^^

DISIPLIN
Sebetulnya profesi apa pun harus selalu bisa on time. Di bidang desain grafis, keterlambatanmu menyerahkan file desain bisa saja merugikan banyak pihak dan banyak uang seperti telat cetak padahal sudah terlanjur bayar promo/media dan harganya tidak murah… Tidak ada hal yang lebih memalukan daripada itu. So, please buang jauh-jauh deh rasa moody dan galaumu untuk sementara sampai kerjaan sudah selesai. Kariermu yang jadi taruhannya, maka jadilah seorang desainer grafis yang profesional.


Punya tips lain untuk calon desainer grafis, #Geether? Share yuk pada komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Senin, 05 Januari 2015

Trend Warna Tahun 2015: Marsala



Bagaimana tahun baruannya kemarin, #Geether? Geetha harap semuanya menyenangkan ya! Trend warna tahun 2015 ini ialah Marsala. Siapa sangka karena tahun-tahun sebelumnya yang dipilih ialah warna-warna cerah seperti Radiant Orchid. Sebetulnya warna Marsala itu jatuhnya warna apa sih? Cokelat? Merah bata? Apa yang menginspirasikan Leatrice Eiseman, executive director dari Pantone Color Institute, untuk menentukan warna Marsala tahun ini?


“Much like the fortified wine that gives Marsala its name, this tasteful hue embodies the satisfying richness of a fulfilling meal, while its grounding red-brown roots emanate a sophisticated, natural earthiness. This hearty, yet stylish tone is universally appealing and translates easily to fashion, beauty, industrial design, home furnishings and interiors.”

Tertarik untuk menggunakan warna nuansa Marsala pada salah satu desainmu? Pastikan sesuai dengan design brief-nya ya. Jangan hanya karena lagi trend, bukan berarti bisa kamu asal jebret pakai begitu saja biar dianggap ikut trend loh :| Tidak ada salahnya sama sekali ikut-ikutan memakai elemen grafis yang lagi nge-trend, selama 'klik' dengan design brief ya why not?




Apakah kamu sudah mulai mendesain dengan nuansa Marsala, #Geether? Share yuk pada komen di bawah ini ~

Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin

Jumat, 17 Oktober 2014

Tutorial: Menambahkan Watermark Pada Desain Dan Foto



Kita semua setuju, bahwa apa pun yang kita upload ke dunia maya tidak bisa terjamin 100% bebas dari pencurian, plagiat atau penyalahgunaan. Tapi bukan berarti kita hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Ada banyak langkah yang bisa dilakukan misalnya seperti melegalkan jasa desain (agar dilindungi secara hukum) hingga yang paling sederhana yaitu menambahkan watermark pada desain/foto kita.

Pada tutorial kali ini, Geetha akan share bagaimana menambahkan watermark pada desain/foto kita dan juga pada file info, yaitu memasukkan info copyright pada suatu file desain sehingga jika ada pihak lain yang menyebarkan desainmu, walau sudah di rename pun tetap ada tulisan copyright atas namamu di file info. Software yang digunakan ialah Adobe Photoshop. Mudah kok caranya ~








Mudah kan? Setidaknya kamu tidak memajang desain/fotomu polos begitu saja di dunia online. Desain/fotomu masih disalahgunakan pada website lain? Jangan segan-segan, laporkan saja pada Google DMCA di sini. Until then stay tune for the next tutorial~


CREDIT:
Photo: Unsplash by Greg Shield


Follow Geetha on:
Facebook: facebook.com/tipsGraphDesign
Twitter: @tipsGraphDesign
Pinterest: pinterest.com/tipsGraphDesign
Bloglovin: tipsGraphDesign  
Email: contact me here

Parenting Tip: 7 Ways to Complement Computer Games and Unleash Your Child’s Creative Genius

Even though we may enjoy playing them ourselves, many parents worry about the impact of computer games on their child’s development. We fear...